Senin, 20 Jul 2026 07:05 WIB

Harga Plastik Kini Naik hingga 60 Persen, Pemkot Surabaya Siapkan Solusinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Apr 2026 16:19 WIB
Pemkot Surabaya saat monitoring pasar di tengah harga plastik yang kini naik. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Pemkot Surabaya saat monitoring pasar di tengah harga plastik yang kini naik. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Kenaikan harga plastik hingga 60 persen mulai berdampak pada pelaku usaha di Surabaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memantau pasar dan mendampingi UMKM agar tidak ikut menaikkan harga jual.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, mengungkapkan kenaikan harga plastik dipicu faktor global, terutama pasokan dan harga energi dunia.

“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan, sekitar 30 sampai 60 persen. Ini dipicu pasokan global dan harga energi yang tidak bisa kita hindari,” jelasnya, Kamis (9/4/2026).

Mengantisipasi dampak tersebut, Pemkot Surabaya melakukan monitoring harga dan ketersediaan barang di pasar secara rutin. Selain itu, pendampingan juga diberikan langsung kepada pelaku UMKM untuk menekan lonjakan biaya produksi.

Menurut Mia, kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha karena berdampak langsung pada biaya kemasan.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual di tingkat konsumen.

“Yang paling terasa memang dibiaya produksi. Karena itu kami dampingi UMKM untuk melakukan inovasi, terutama pada kemasan,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong adalah peralihan dari kemasan plastik ke bahan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Upaya ini dinilai dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Tidak harus selalu pakai plastik, bisa pakai bahan lain yang lebih ekonomis,” tegas Mia.

Selain itu, perubahan pola penjualan juga mulai didorong, seperti mengurangi penggunaan kemasan kecil dan beralih ke penjualan dalam jumlah lebih besar.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Dinkopumdag memastikan kenaikan harga plastik memang terjadi di sejumlah toko dan pasar. Meski begitu, keluhan dari pelaku usaha disebut belum signifikan.

“Sampai sekarang keluhan belum banyak, tapi kami tetap antisipasi karena ke depan situasinya bisa berubah,” tambahnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Pemkot Surabaya juga menjalin komunikasi dengan distributor untuk mempersingkat rantai pasok.

Langkah ini diharapkan dapat menekan harga bahan baku agar lebih kompetitif di tingkat pelaku usaha.

Ke depan, pendampingan terhadap UMKM akan terus diperkuat agar pelaku usaha tetap mampu bertahan di tengah tekanan biaya produksi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Kami ingin UMKM tetap jalan, produksi tidak berhenti, harga tetap terkendali, dan daya beli masyarakat tidak turun,” pungkas Mia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.