Kamis, 03 Sep 2026 16:44 WIB

Next Plan Eri Cahyadi: Sulap Pasar Akik Kayoon jadi Ikon Wisata Baru Surabaya, Bisakah?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Apr 2026 13:26 WIB
Wali Kota SUrabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi Pasar Akik Kayoon. (Dok. Diskominfo Surabaya)
Wali Kota SUrabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi Pasar Akik Kayoon. (Dok. Diskominfo Surabaya)

 selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan ingin membuat Pasar Batu Permata Kayoon di Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, menjadi ikon wisata baru.

Namun, kata Eri, rencana tersebut masih terganjal persoalan status kepemilikan lahan yang hingga kini belum jelas. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya belum melakukan penataan karena kawasan tersebut bukan aset pemkot.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

“Pusatnya batu permata itu di Kayoon. Jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Kalau bukan aset pemkot, harus izin dulu ke pemiliknya,” ujar Eri, Minggu (5/4/2026). 

Diketahui, lahan Pasar Kayoon diduga merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kondisi ini pun membuat rencana penataan kawasan selama ini belum bisa direalisasikan.

Eri pun menargetkan dalam waktu satu minggu sudah ada kepastian terkait izin pengelolaan. Jika disetujui, pembangunan dan penataan kawasan baru bisa dijalankan pada tahun ini. “Kalau nanti diizinkan, baru bisa kita bangun,” katanya.

Meski demikian, ia tetap menargetkan kawasan tersebut dapat menjadi ikon baru Kota Surabaya, bahkan diharapkan bisa diperkenalkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya pada Mei mendatang. 

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

Target itu, lanjutnya, dinilai bergantung pada proses perizinan yang hingga kini belum rampung.

Di sisi lain, Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Kayoon, Nuri Fansyah menyebut bahwa pedagang berharap rencana tersebut tidak berhenti pada wacana. 

Saat ini terdapat sekitar 60 stan pedagang yang masih bertahan. “Kurang lebih ada 60 stan, baik yang buka maupun tutup,” ujarnya.

Baca Juga: Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi

Ia menilai kondisi ekonomi yang belum stabil membuat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut belum kembali pulih. 

Pedagang pun berharap ada langkah konkret agar pasar bisa kembali ramai dan berkembang. “Harapannya pasar ini bisa lebih hidup dan ada dukungan berkelanjutan,” pungkas Nuri.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.