Next Plan Eri Cahyadi: Sulap Pasar Akik Kayoon jadi Ikon Wisata Baru Surabaya, Bisakah?
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 05 Apr 2026 13:26 WIB
selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan ingin membuat Pasar Batu Permata Kayoon di Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, menjadi ikon wisata baru.
Namun, kata Eri, rencana tersebut masih terganjal persoalan status kepemilikan lahan yang hingga kini belum jelas. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya belum melakukan penataan karena kawasan tersebut bukan aset pemkot.
Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa
“Pusatnya batu permata itu di Kayoon. Jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Kalau bukan aset pemkot, harus izin dulu ke pemiliknya,” ujar Eri, Minggu (5/4/2026).
Diketahui, lahan Pasar Kayoon diduga merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kondisi ini pun membuat rencana penataan kawasan selama ini belum bisa direalisasikan.
Eri pun menargetkan dalam waktu satu minggu sudah ada kepastian terkait izin pengelolaan. Jika disetujui, pembangunan dan penataan kawasan baru bisa dijalankan pada tahun ini. “Kalau nanti diizinkan, baru bisa kita bangun,” katanya.
Meski demikian, ia tetap menargetkan kawasan tersebut dapat menjadi ikon baru Kota Surabaya, bahkan diharapkan bisa diperkenalkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya pada Mei mendatang.
Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji
Target itu, lanjutnya, dinilai bergantung pada proses perizinan yang hingga kini belum rampung.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Kayoon, Nuri Fansyah menyebut bahwa pedagang berharap rencana tersebut tidak berhenti pada wacana.
Saat ini terdapat sekitar 60 stan pedagang yang masih bertahan. “Kurang lebih ada 60 stan, baik yang buka maupun tutup,” ujarnya.
Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen
Ia menilai kondisi ekonomi yang belum stabil membuat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut belum kembali pulih.
Pedagang pun berharap ada langkah konkret agar pasar bisa kembali ramai dan berkembang. “Harapannya pasar ini bisa lebih hidup dan ada dukungan berkelanjutan,” pungkas Nuri.
Editor : Redaksi