Kamis, 03 Sep 2026 16:37 WIB

Viral! Pedagang di Kodam Surabaya Pamer Kekayaan, Warganet: Mungkin dia CEO yang Menyamar

Tangkapan layar video viral pedagan di Kodam Surabaya pamer kekayaan
Tangkapan layar video viral pedagan di Kodam Surabaya pamer kekayaan

selalu.id - Sebuah kejadian unik terjadi di kawasan street food Lapangan Kodam V/Brawijaya. Seorang pedagang tisu menjadi viral karena memamerkan kekayaannya.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram (IG) @doyanmasak, terlihat seorang perempuan yang tengah menikmati jajanan. Dari narasi yang disertakan di video tersebut, diketahui perempuan berkacamata yang mengenakan kaos kuning dan dipadukan dengan topi putih itu sedang membuat konten. 

Baca Juga: Menikmati Jajanan Jadul di Kampung Kuliner, Wawali Mojokerto: Kita Bakal Perkuat Karakter

“Lagi bikin konten review hasil hunting jajanan di Kodam, tiba-tiba…,” tulis pemilik konten dalam videonya.

Saat artikel ini ditulis, video tersebut telah mendapat 3.606 suka dengan 248 komentar, serta diposting ulang sebanyak 149 kali dan diteruskan hingga 249 kali. 

Yang membuat video itu menjadi unik dan viral bukanlah cara perempuan tersebut me-review jajanan, melainkan percakapan orang yang berada di belakangnya. 

Diceritakan pada keterangan video di akun IG @doyanmasak itu, kejadian bermula saat seorang bapak pedagang tisu menawarkan dagangannya kepada orang di belakang perempuan tersebut. 

Suasana santai mendadak menjadi tegang ketika bapak tersebut tiba-tiba menceritakan kehidupannya dengan volume suara yang meninggi. Ia mengatakan bahwa berjualan tisu bukanlah pekerjaan utamanya. 

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Orang biasanya cuma ngeliat casing nya aja. Saya juga biasanya kerja kalau pagi, malam baru jualan. Dipikir saya nggak punya apa-apa,” katanya dengan nada pamer. 

Nada bicaranya semakin emosional, ia menyebutkan bahwa dirinya sanggup menghabiskan uang yang cukup banyak hanya untuk makan dan rokok. 

“Orang makan cuma habis Rp 50.000 aja kok gaya. Saya tiap hari makan di sini 3 kali sehari lho. Itu belum rokoknya, sehari saya habis 3 bungkus,” ujarnya. 

Pria tersebut juga mengklaim bahwa ia memiliki mobil di rumah. Menurutnya, orang-orang yang datang ke Kodam terlalu banyak gaya, padahal hanya mengendarai motor. 

Baca Juga: Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

“Saya aja punya mobil di rumah nggak sombong. Apanya yang harus disombongkan, ini kan cuma titipan,” tuturnya. 

Pengunggah video mengaku tidak tahu apa motif omongan bapak tersebut. Kejadian tersebut menjadi perhatian warganet. Beragam reaksi mereka tinggalkan di kolom komentar. 

“Mungkin dia CEO yang sedang menyamar,” tulis pemilik akun @kajengsekar.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.