Selasa, 21 Jul 2026 19:51 WIB

Pasca Laka Odong-odong di Mojokerto yang Tewaskan Satu Penumpang, Polisi: Tak Sesuai Standar

Odong-odong yang terguling akibat tak kuat menanjak.
Odong-odong yang terguling akibat tak kuat menanjak.

selalu.id - Polres Mojokerto memastikan odong-odong yang terguling lantaran tak kuat menanjak dan menewaskan satu orang penumpang di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, tidak sesuai standar.

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, kendaraan modifikasi seperti odong-odong tidak diperuntukkan melintas di jalan umum.

Baca Juga: Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

"Apabila tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Yogie, Minggu (29/3/2026).

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengoperasikan kendaraan modifikasi seperti odong-odong di jalan raya.

"Kendaraan odong-odong pada dasarnya tidak diperuntukkan sebagai angkutan orang di jalan raya karena tidak memenuhi standar keselamatan, seperti sistem pengereman, konstruksi kendaraan, serta perlindungan penumpang," imbuhnya.

Baca Juga: Icha Chellow, Mala Agatha dan Tim Kreatif Dilaporkan ke Polisi Soal Lagu Gapapa

Menurut Yogie, masyarakat diminta untuk lebih mengutamakan keselamatan dengan menggunakan kendaraan yang sesuai standar, memastikan kondisi kendaraan prima sebelum digunakan, serta menghindari membawa penumpang secara berlebihan

"Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari," pungkasnya.

Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah odong-odong yang ditumpangi puluhan penumpang terguling di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kendaraan itu tak kuat menanjak di jalan dengan kontur tanjakan, sehingga berjalan mundur dan menabrak tiang listrik.

Akibatnya, satu penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlempar dari odong-odong. Korban itu mengalami luka berat di bagian kepala.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.