DPRD Surabaya Minta Kejelasan Mekanisme Rujukan Jika Puskesmas Tutup saat Libur Lebaran
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 12 Mar 2026 19:04 WIB
selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan mengingatkan agar akses layanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjamin meski sebagian fasilitas kesehatan mengalami penyesuaian layanan saat mudik hingga pasca libur Lebaran.
Menurut Johari, pemerintah kota perlu memastikan adanya mekanisme rujukan yang jelas bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan ketika puskesmas tutup selama periode libur Lebaran.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
“Harus tetap ada mekanisme rujukan ke rumah sakit daerah maupun ke klinik-klinik 24 jam. Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan,” jelasnya kepada selalu.id, Kamis (12/3/2026).
Johari menegaskan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan tidak dapat diprediksi karena penyakit bisa datang kapan saja.
Karena itu, sistem pelayanan kesehatan harus tetap siap melayani masyarakat, terutama pada masa libur panjang seperti Idulfitri.
Selain itu, Johari menilai perlu ada mekanisme penanganan bagi pasien yang sudah datang ke Puskesmas namun mendapati fasilitas tersebut tutup.
Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel
“Perlu ada mekanisme rujukan bagi pasien yang telanjur datang ke Puskesmas dan Puskesmasnya tutup, agar mereka tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Johari menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang terdaftar sebagai pasien di Puskesmas yang kemungkinan tidak beroperasi selama masa libur Lebaran.
“Perlu ada sosialisasi kepada peserta yang terdaftar di Puskesmas yang tutup agar mereka tahu harus ke mana ketika membutuhkan layanan kesehatan,” bebernya.
Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis
Ia menambahkan, pemerintah juga perlu menyiapkan tenaga medis yang tetap siaga selama masa Lebaran untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Dokter dan perawat harus tetap dipersiapkan untuk menangani masyarakat Kota Surabaya yang membutuhkan pelayanan kesehatan saat Hari Raya Idulfitri,” tegasnya.
Editor : Zein Muhammad