Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Sabtu, 07 Mar 2026 20:24 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam menghadapi Idul Fitri tahun ini, dalam kondisi aman dan bahkan melimpah. Kepastian ini disampaikan setelah digelarnya rapat koordinasi bersama jajaran Kepolisian, Pertamina, Hiswana Migas, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada Sabtu (7/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons meningkatnya pembelian BBM di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Samakan Persepsi, Gus Fawait Minta Homecare Jember Tak Salah Sasaran
Melalui pertemuan ini, seluruh pihak sepakat memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM di wilayah Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah melimpah. Bahkan pasokan terus ditambah guna menjaga stabilitas ketersediaan energi bagi masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: Lewat Peta Cinta, Pemkab Jember Sediakan Cetak KTP Gratis dan Cepat di Kecamatan
Lebih lanjut Bupati Jember Muhamad Fawait menyampaikan bahwa, Pada Jumat kemarin (6/3/2026), Jember mendapat tambahan distribusi sekitar 100 ribu liter BBM. Sementara pada Sabtu (7/3/2026), kembali ditambah sekitar 300 ribu liter BBM yang disalurkan ke berbagai SPBU di wilayah Jember.
Dengan tambahan pasokan tersebut, pemerintah memastikan stok BBM akan mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri, tetap tersedia, namun Masyarakat Jember diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying," tegasnya.
Baca Juga: Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
ia berharap agar Pemerintah daerah bersama Polres Jember, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan juga akan melakukan pemantauan di sejumlah SPBU guna mengantisipasi adanya penimbunan maupun penjualan kembali BBM dengan harga lebih tinggi," pungkasnya. (ADV)
Editor : Redaksi