Sabtu, 05 Sep 2026 17:24 WIB

Ramadan 2026

Polres Jember Musnahkan Narkotika, Miras hingga Knalpot Brong

Pemusnahan barang bukti narkotika, miras dan knalpot brong oleh Polres Jember. (Foto: Nurul/selalu id).
Pemusnahan barang bukti narkotika, miras dan knalpot brong oleh Polres Jember. (Foto: Nurul/selalu id).

selalu.id - Polres Jember bersama jajaran Forkopimda memusnahkan barang bukti hasil penindakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Kamis (26/2/2026).

Pemusnahan yang digelar di depan Kantor Pemkab Jember ini untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat Muslim di bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan selama kurang lebih 10 bulan terakhir. Jenisnya meliputi minuman keras (miras), narkotika, obat keras berbahaya, hingga knalpot brong.

Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra mengatakan pemusnahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen penegakan hukum untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

“Barang bukti ini merupakan hasil penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu kamtibmas, merusak generasi muda, dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelasnya.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 15.330 botol miras berbagai merek, 978,54 gram sabu, 1.086 gram ganja, 12,55 gram ekstasi, 91 ribu butir obat keras berbahaya, serta 25 knalpot brong.

Bobby menyebut, peredaran miras ilegal, penyalahgunaan narkotika, serta distribusi obat keras tanpa izin kerap menjadi pemicu tindak kriminal dan konflik sosial.

Baca Juga: Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

“Sementara penggunaan knalpot brong dinilai mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga,” tegas Bobby.

Menurutnya, seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah melalui proses hukum dan memiliki ketetapan untuk dimusnahkan. Penindakan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil patroli dan operasi gabungan jajaran Forkopimda.

Bobby menambahkan, jumlah barang bukti yang dimusnahkan kali ini mengalami sedikit peningkatan dibanding periode sebelumnya. Hal itu menjadi indikator bahwa penindakan akan terus dilakukan secara konsisten.

“Kami berharap ini memberi efek jera kepada pelaku sekaligus pesan bahwa negara hadir dan tegas terhadap peredaran barang-barang terlarang,” katanya.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Polres Jember juga menekankan pentingnya sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan.

Edukasi moral dan penguatan peran keluarga dinilai menjadi bagian penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif narkotika dan perilaku menyimpang.

Bobby memastikan penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas, profesional, dan humanis demi terciptanya situasi Jember yang aman dan kondusif selama Ramadan maupun seterusnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.