Rabu, 22 Jul 2026 16:41 WIB

Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Pasar, Temukan Harga Beras di Atas HET

Satgas Pangan Polres Mojokerto saat melakukan inspeksi bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar. (Foto: Supri/selalu.id).
Satgas Pangan Polres Mojokerto saat melakukan inspeksi bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Menjelang bulan suci ramadan, Satgas Pangan Polres Mojokerto melakukan inspeksi bahan kebutuhan pokok. Hasilnya petugas menemukan beras dijual diatas harga eceran tertinggi (HET).

Inspeksi tersebut dilakukan bersama dengan Disperindag dan Dispari Kabupaten Mojokerto. Selain menyasar pasar tradisional, inspeksi juga dilakukan di sejumlah ritel modern di kawasan Mojosari.

Baca Juga: Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Dari inspeksi tersebut diketahui sejumlah harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Di antaranya cabai merah Rp 36.000/Kg, cabai merah Rp 70.000/Kg, bawang merah dan putih masing-masing Rp 27.000/Kg.

Sedangkan untuk minyak curah ditemukan dengan harga minyak curah Rp 19.000/liter, MinyaKita Rp 15.500/liter, gula pasir Rp 16.000/liter, beras SP2HP Rp 60.000/5Kg, serta untuk beras medium Rp 14.000/Kg.

"Beras premium masih melimpah dan stabil di pasar tradisional. Sedangkan beras curah kosong kurang diminati masyarakat," kata Kanit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Dawan Naibaho, Kamis, (12/2/2026).

Baca Juga: Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Berbeda dengan pasar tradisional, di ritel modern petugas menjumpai beras premium dijual dengan harga Rp 15.800/Kg. Harga ini tentu di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah di tahun 2026 sebesar Rp 14.900/Kg kelas premium dan Rp 13.500/Kg kelas medium Zona 1 (Jawa, Lampung, Bali, Sumsel, NTB).

"Sudah diberikan surat teguran, sedangkan di produsen dan pasar tradisional harga di bawah dan sesuai dengan HET baik beras premium dan medium," jelas Dawan.

Baca Juga: Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Dari hasil inspeksi tersebut, petugas gabungan juga memberikan Himbauan kepada para pedagang untuk menjual beras sesuai dengan HET yang telah di tetapkan, baik beras premium maupun medium.

"Rencanannya kami akan terus melakukan pengecekan stabilitas harga beras secara berkala. Melakukan pengawasan terhadap harga beras, melakukan monitoring stabilitas harga beras," kata dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.