Selasa, 21 Jul 2026 14:51 WIB

Gempa Pacitan Guncang Sejumlah Wilayah di Jatim

Gempa Pacitan. (Dok. Istimewa).
Gempa Pacitan. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Gempa M 6,4 terjadi di Pacitan. Gempa itu mengguncang hingga ke bagian timur Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah terdampak guncangan gempa bumi adalah tenggara Pacitan.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Gempa bumi ini dirasakan pada intensitas (MMI) IV di Pacitan, Bantul, dan Sleman. 

Sementara intensitas MMI III dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung,  Ponorogo, Magetan, Lumajang,  Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, dan Madiun.

Sedangkan intensitas MMI dirasakan di Denpasar, Tuban, dan Jepara. 

Pelaksana Tugas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Lana Saria mengatakan wilayah terdampak memiliki morfologi dataran dan berombak dengan litologi terdiri atas batuan sedimen berumur kuarter. 

"Wilayah terdampak diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak). Daerah ini terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi," kata Lana dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena tidak menghasilkan deformasi dasar laut, serta diharapkan tidak menimbulkan kerusakan di wilayah terdampak.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Berdasarkan parameter sumbernya, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Badan Geologi merekomendasikan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.

Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk mengamati, mematuhi, dan menjaga rambu evakuasi.

Masyarakat juga diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.

Selain itu, bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa untuk menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.