Kamis, 22 Okt 2026 09:38 WIB

Gempa Pacitan Guncang Sejumlah Wilayah di Jatim

Gempa Pacitan. (Dok. Istimewa).
Gempa Pacitan. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Gempa M 6,4 terjadi di Pacitan. Gempa itu mengguncang hingga ke bagian timur Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah terdampak guncangan gempa bumi adalah tenggara Pacitan.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Gempa bumi ini dirasakan pada intensitas (MMI) IV di Pacitan, Bantul, dan Sleman. 

Sementara intensitas MMI III dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung,  Ponorogo, Magetan, Lumajang,  Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, dan Madiun.

Sedangkan intensitas MMI dirasakan di Denpasar, Tuban, dan Jepara. 

Pelaksana Tugas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Lana Saria mengatakan wilayah terdampak memiliki morfologi dataran dan berombak dengan litologi terdiri atas batuan sedimen berumur kuarter. 

"Wilayah terdampak diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak). Daerah ini terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi," kata Lana dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena tidak menghasilkan deformasi dasar laut, serta diharapkan tidak menimbulkan kerusakan di wilayah terdampak.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Berdasarkan parameter sumbernya, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Badan Geologi merekomendasikan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.

Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk mengamati, mematuhi, dan menjaga rambu evakuasi.

Masyarakat juga diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.

Selain itu, bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa untuk menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.