Rabu, 22 Jul 2026 16:50 WIB

Penyandang Disabilitas di Surabaya Hadiahi Puan Maharani Tas Hasil Karyanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Mar 2022 11:53 WIB
Puan Maharani saat melihat tas hasil karya penyandang disabilitas di Surabaya
Puan Maharani saat melihat tas hasil karya penyandang disabilitas di Surabaya

selalu.id - Ada yang menarik dalam kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani ke Pasar Tambakrejo, Surabaya, Rabu (2/3/2022). Berkeliling dari satu sudut pasar ke sudut lainnya, saat akan bergeser, Puan dihampiri Ahmadi, seorang perajin tas.

"Ini tas kreasi kami, Bu," ujar Ahmadi, yang merupakan penyandang disabilitas, kepada Puan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Puan langsung berhenti. Menyimak dengan penuh seksama penjelasan Ahmadi. Ahmadi berasal dari kelompok Tiara Handicraft, sebuah gerakan pemberdayaan untuk para penyandang disabilitas dan anak putus sekolah.

Ahmadi menyodorkan sejumlah tas hasil kreasinya. Bermotif batik, tas karya Ahmadi memiliki beragam jenis dan ukuran. Pilihan warnanya pun beragam.

Puan tampak takjub dengan karya para penyandang disabilitas tersebut. Semangat pantang menyerah pada keadaan membuat Puan kagum. "Bagus-bagus semuanya," kata cucu proklamator RI Ir Soekarno (Bung Karno) tersebut.

Senyum Ahmadi terpancar dari wajahnya meski tertutup masker. Dia bahagia karyanya diapresiasi perempuan pertama yang menjadi ketua DPR tersebut.

Ahmadi berniat menghadiahkan tas tersebut kepada Puan. Tetapi Puan ingin membelinya, lalu menyerahkan sejumlah dana. Puan memborong empat tas karya para penyandang disabilitas tersebut.

"Keren-keren tasnya. Semangat terus berkarya ya," kata Puan kepada Ahmadi.

Ahmadi sendiri adalah bagian dari Tiara Handicraft, yang getol memberdayakan penyandang disabilitas. Tiara Handicraft dirintis sejak 1995 dengan mendaur ulang botol-botol bekas. Pada 1997, Tiara Handicraft mulai mengembangkan produksi tas dan suvenir berbahan dasar kain.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Sejak saat itu, Tiara fokus memberdayakan penyandang disabilitas. Sampai saat ini kami sudah memberdayakan, melatih hingga mandiri lebih dari 800 penyandang disabilitas," ujar Titik Winarti, pimpinan Tiara Handicraft, kepada media setelah bertemu Puan Maharani.

Ahmadi sendiri bergabung di Tiara Handicraft sejak 2005. Dia memulai semuanya dari nol. Ahmadi menggunakan mesin jahit hasil modifikasi, menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

"Yang paling susah adalah adaptasi mesin jahit," cerita Ahmadi.

Di tengah keterbatasan, Ahmadi pantang menyerah. Tak hanya belajar teknik menjahit serta produksi tas, Ahmadi juga mempelajari berbagai aspek manajemen usaha. "Saya ingin mandiri, jadi pengusaha," ujarnya.

Dia mempelajari soal manajemen, marketing, tren desain, sampai humas. Semua aspek itu dinilai Ahmadi bisa menunjang usahanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Setelah dirasa cukup mampu, Ahmadi lantas membikin 'Kanta Craft'. "Sejak 2013 saya berwirausaha mandiri," ujarnya.

Berbagai jenis dan ukuran tas telah dia kerjakan. "Tak semuanya langsung bagus. Kadang-kadang desain muncul dari kesalahan. Saya berpikir keras agar bahan yang salah dijahit tidak terbuang, sehingga tetap bisa diselesaikan dan dipasarkan," cerita Ahmadi

Soal pilihan nama, yaitu 'Kanta', ternyata memiliki arti lensa. Tentu saja diiringi harapan agar karya-karya ini bisa menjadi sarana untuk melihat betapa sebenarnya para penyandang disabilitas tidak mau berpangku tangan dan terus bekerja tanpa lelah dalam memperbaiki kehidupan.

"Saya senang dan bersyukur bisa bertemu Ibu Puan Maharani. Bangga sekali tas bikinan kami diapresiasi beliau, dan nantinya semoga beliau berkenan memakai," ujar Ahmadi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.