Senin, 07 Sep 2026 17:10 WIB

Penyandang Disabilitas di Surabaya Hadiahi Puan Maharani Tas Hasil Karyanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Mar 2022 11:53 WIB
Puan Maharani saat melihat tas hasil karya penyandang disabilitas di Surabaya
Puan Maharani saat melihat tas hasil karya penyandang disabilitas di Surabaya

selalu.id - Ada yang menarik dalam kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani ke Pasar Tambakrejo, Surabaya, Rabu (2/3/2022). Berkeliling dari satu sudut pasar ke sudut lainnya, saat akan bergeser, Puan dihampiri Ahmadi, seorang perajin tas.

"Ini tas kreasi kami, Bu," ujar Ahmadi, yang merupakan penyandang disabilitas, kepada Puan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Puan langsung berhenti. Menyimak dengan penuh seksama penjelasan Ahmadi. Ahmadi berasal dari kelompok Tiara Handicraft, sebuah gerakan pemberdayaan untuk para penyandang disabilitas dan anak putus sekolah.

Ahmadi menyodorkan sejumlah tas hasil kreasinya. Bermotif batik, tas karya Ahmadi memiliki beragam jenis dan ukuran. Pilihan warnanya pun beragam.

Puan tampak takjub dengan karya para penyandang disabilitas tersebut. Semangat pantang menyerah pada keadaan membuat Puan kagum. "Bagus-bagus semuanya," kata cucu proklamator RI Ir Soekarno (Bung Karno) tersebut.

Senyum Ahmadi terpancar dari wajahnya meski tertutup masker. Dia bahagia karyanya diapresiasi perempuan pertama yang menjadi ketua DPR tersebut.

Ahmadi berniat menghadiahkan tas tersebut kepada Puan. Tetapi Puan ingin membelinya, lalu menyerahkan sejumlah dana. Puan memborong empat tas karya para penyandang disabilitas tersebut.

"Keren-keren tasnya. Semangat terus berkarya ya," kata Puan kepada Ahmadi.

Ahmadi sendiri adalah bagian dari Tiara Handicraft, yang getol memberdayakan penyandang disabilitas. Tiara Handicraft dirintis sejak 1995 dengan mendaur ulang botol-botol bekas. Pada 1997, Tiara Handicraft mulai mengembangkan produksi tas dan suvenir berbahan dasar kain.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Sejak saat itu, Tiara fokus memberdayakan penyandang disabilitas. Sampai saat ini kami sudah memberdayakan, melatih hingga mandiri lebih dari 800 penyandang disabilitas," ujar Titik Winarti, pimpinan Tiara Handicraft, kepada media setelah bertemu Puan Maharani.

Ahmadi sendiri bergabung di Tiara Handicraft sejak 2005. Dia memulai semuanya dari nol. Ahmadi menggunakan mesin jahit hasil modifikasi, menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

"Yang paling susah adalah adaptasi mesin jahit," cerita Ahmadi.

Di tengah keterbatasan, Ahmadi pantang menyerah. Tak hanya belajar teknik menjahit serta produksi tas, Ahmadi juga mempelajari berbagai aspek manajemen usaha. "Saya ingin mandiri, jadi pengusaha," ujarnya.

Dia mempelajari soal manajemen, marketing, tren desain, sampai humas. Semua aspek itu dinilai Ahmadi bisa menunjang usahanya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Setelah dirasa cukup mampu, Ahmadi lantas membikin 'Kanta Craft'. "Sejak 2013 saya berwirausaha mandiri," ujarnya.

Berbagai jenis dan ukuran tas telah dia kerjakan. "Tak semuanya langsung bagus. Kadang-kadang desain muncul dari kesalahan. Saya berpikir keras agar bahan yang salah dijahit tidak terbuang, sehingga tetap bisa diselesaikan dan dipasarkan," cerita Ahmadi

Soal pilihan nama, yaitu 'Kanta', ternyata memiliki arti lensa. Tentu saja diiringi harapan agar karya-karya ini bisa menjadi sarana untuk melihat betapa sebenarnya para penyandang disabilitas tidak mau berpangku tangan dan terus bekerja tanpa lelah dalam memperbaiki kehidupan.

"Saya senang dan bersyukur bisa bertemu Ibu Puan Maharani. Bangga sekali tas bikinan kami diapresiasi beliau, dan nantinya semoga beliau berkenan memakai," ujar Ahmadi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Urai Macet di Jalur Ketapang, Ditlantas Polda Jatim Terjunkan 60 Personel dan Puluhan Motor Patroli

Para petugas bakal melakukan pengaturan lalu lintas, patroli berkala, hingga memastikan kelancaran arus pergerakan kendaraan.

Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Atas kondisi tersebut, Gus Fawait mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu liar dan menghindari panic buying.

Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

Satgas Pangan berkomitmen memperketat pemantauan rutin di pasar tradisional maupun modern untuk antisipasi potensi penimbunan atau pungutan liar.

Kisah Pilu PMI Jember yang Meninggal Usai Tertusuk Paku di Malaysia

Pembiayaan kepulangan jenazah almarhum ditanggung penuh secara pribadi oleh Bupati Jember Muhammad Fawait tanpa menggunakan dana APBD.

Hidupkan Ekosistem Kreatif, Dekesda Gelar Darjonesia Dance Festival dan Proyeksikan Museum Narotama

Sidoarjo layaknya kertas putih. Pembangunan fisik yang masif jangan sampai mengikis nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas daerah.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.