Kamis, 04 Jun 2026 13:22 WIB

Pemerintah Berikan Trauma Healing Bagi Ratusan Korban Keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai menyebutkan pemerintah bakal memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi ratusan korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.

 

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Meskipun antusiasme siswa untuk tetap bersekolah dan mengikuti program makan bergizi gratis cukup tinggi, pendampingan dinilai penting agar anak-anak kembali merasa aman.

 

"Pihak yang memasak dan menyajikan makanan bagi anak-anak harus diganti. Secara kebijakan, BGN akan melakukan evaluasi. SPPG yang sama tidak diperbolehkan menyajikan makanan kembali karena ini menyangkut kepercayaan orang tua dan keamanan anak-anak kita," kata Natalius Pigai saat meninjau kondisi korban keracunan MBG, Rabu (14/1/2026).

 

Ia menambahkan, sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Kementerian HAM menginstruksikan Pemkab Mojokerto untuk memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rapat koordinasi rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali. Evaluasi berkala ini tidak hanya melibatkan unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah, tetapi juga camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta orang tua.

 

"Sinergi ini bertujuan memastikan sistem pemenuhan gizi berjalan terpadu dan profesional demi mendukung cita-cita besar mencetak generasi masa depan yang unggul," ungkapnya.

 

Program MBG yang saat ini telah menjangkau sekitar 56 juta penerima di seluruh Indonesia akan terus disempurnakan agar memberikan manfaat maksimal bagi anak bangsa.

 

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra) menjelaskan, perkembangan kondisi para siswa terdampak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, total kumulatif terdapat 411 pasien yang telah mendapatkan penanganan medis.

 

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

"Pemkab Mojokerto bergerak cepat dengan mendirikan posko penanganan sejak 10 Januari 2026 di Pondok Pesantren Annur, Kutorejo, yang menjadi lokasi dengan jumlah korban terbanyak," terangnya.

 

Menurut Gus Barra, lonjakan kasus terjadi secara bertahap. Pada 11 Januari tercatat 260 pasien, meningkat menjadi 384 pasien pada 12 Januari, kemudian 404 pasien pada 13 Januari. Pada 14 Januari terdapat tambahan 7 pasien sehingga total kumulatif mencapai 411 orang. Ia menegaskan, per 14 Januari, pemerintah daerah menutup penerimaan pasien baru dengan gejala serupa karena masa inkubasi medis telah dinyatakan berakhir.

 

"Dari total 411 pasien, sebanyak 334 orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara 77 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujarnya.

 

Pemkab Mojokerto menjamin seluruh biaya pengobatan korban yang merupakan warga Kabupaten Mojokerto melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Sementara itu, untuk santri dari luar daerah seperti Sidoarjo dan Jombang, koordinasi pembiayaan akan diteruskan kepada BGN.

Baca Juga: Gegara HP, Rumah di Mojokerto Terbakar

 

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto kini mempercepat proses kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Bergizi (SPPBG). Dari total 77 SPPBG, baru 11 unit yang telah memiliki SLHS. 

 

Pemerintah juga terus melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), termasuk pengujian saluran air, fasilitas cuci tangan, hingga higienitas tempat pengolahan makanan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.

 

"Saat ini, sampel makanan masih dalam proses analisis laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.