Senin, 07 Sep 2026 03:46 WIB

TPK Ternate Catat Pertumbuhan Positif Arus Peti Kemas Sepanjang 2025

selalu.id – Terminal Peti Kemas (TPK) Ternate mencatatkan kinerja positif pada arus peti kemas sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024, seiring dengan implementasi transformasi operasional yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi layanan kepelabuhanan.

 

Baca Juga: TPK Bagendang Edukasi Bahaya Blind Spot dan Salurkan APD untuk Pekerja Pelabuhan

Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 arus peti kemas tercatat sejumlah 56.666 box atau setara dengan 63.923 TEUs. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 53.439 box atau 59.095 TEUs.

 

“Sepanjang tahun 2025 kami telah mencatatkan pertumbuhan arus petikemas sekitar 6 persen jika dibanding dengan tahun 2024. Capaian ini menjadi indikator positif atas efektivitas transformasi operasional serta meningkatnya kepercayaan pengguna jasa,” ujarnya kepada selalu.id, Selasa (13/1/2026).

 

Lebih lanjut Anwar menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan berbagai program transformasi operasional sepanjang tahun 2025. Salah satunya melalui penerapan basic Container Terminal Operation (CTO) serta penerapan pola operasi berbasis planning and control.

 

“Implementasi ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja operasional, yang ditandai dengan kenaikan Box Ship Hour (BSH) serta penurunan port stay kapal. Dengan demikian, waktu sandar kapal menjadi lebih singkat dan efisien,” tambahnya.

 

Baca Juga: Perkuat Daya Saing Global, PT Terminal Petikemas Surabaya Dukung Logistik Multimoda dan Transhipment

Selain transformasi internal, peningkatan arus peti kemas juga didukung oleh meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah Maluku Utara, stabilitas layanan terminal, serta terjalinnya kolaborasi yang baik antara operator pelabuhan, pemangku kepentingan, dan pengguna jasa.

 

Apresiasi atas capaian tersebut turut disampaikan oleh Rushan Muhammad, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Menurutnya, peningkatan arus peti kemas mencerminkan perbaikan kinerja operasional terminal serta sinergi yang solid antara regulator, operator pelabuhan, dan seluruh pemangku kepentingan.

 

“Upaya perbaikan sistem, pola operasi, serta disiplin dalam perencanaan dan pengendalian telah berjalan dengan baik. Kami berharap kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendukung kelancaran arus logistik serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara,” ujar Rushan.

Baca Juga: TPK Ternate Pastikan Keandalan Operasional dan Keselamatan Lewat Management Walkthrough

 

Memasuki tahun 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Ternate berkomitmen untuk terus melakukan penguatan dan perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan adaptif terhadap dinamika industri kepelabuhanan yang semakin kompleks. 

 

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko terhadap berbagai ketidakpastian, baik dari aspek kesiapan peralatan, sistem, pola operasi, maupun penguatan kompetensi SDM. Dengan berbagai inisiatif tersebut, TPK Ternate optimistis dapat menjaga keberlanjutan kinerja positif serta memberikan layanan terminal peti kemas yang semakin efektif, efisien, dan berdaya saing di masa mendatang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.