Rabu, 19 Agu 2026 08:21 WIB

Jelang Tayang, Pemain Alas Roban Bagikan Kisah Syuting di Kawasan Angker

selalu.id – Jajaran pemain film horor Alas Roban menyapa ratusan penggemar dalam acara meet and greet di Royal Plaza Surabaya, menjelang penayangan perdana film tersebut pada 15 Januari 2026. Michelle Ziudith, Fara Shakila, dan Taskya Namya hadir membagikan pengalaman selama proses produksi film yang mengangkat folklor legendaris jalur angker Alas Roban.

Dalam wawancara dengan selalu.id di lokasi acara, Michelle Ziudith yang memerankan Sita mengungkapkan keputusan tim produksi untuk melakukan syuting langsung di kawasan Alas Roban yang dikenal sakral dan memiliki banyak pantangan. "Menariknya adalah syuting-nya langsung di Alas Roban, yang jelas-jelas masih dilarang dan sangat sakral. Banyak yang boleh dan tidak boleh dilakukan," ujarnya, Minggu (28/12/2025).

Michelle menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk mendapatkan atmosfer cerita yang lebih otentik.

"Meskipun tempatnya klenik, kita tetap shooting di situ untuk mendapatkan suasana misteri dan tempat-tempat tragedi yang dibutuhkan," lanjutnya.

Fara Shakila yang memerankan Gendis, putri Sita yang memiliki keterbatasan penglihatan, mengaku mengalami sejumlah momen menegangkan selama proses syuting. "Seru, pernah kejadian horor langsung di Alas Robannya. Takut sih sebenarnya," ungkapnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Taskya Namya yang berperan sebagai Tika menyebut kebersamaan para pemain menjadi pengalaman paling berkesan, termasuk reuni dengan Michelle setelah 12 tahun. "Ini film horor pertama bareng Michelle, setelah ketemu di FTV dulu. Ngatur chemistry dengan semua cast dan sutradara mudah, dan kebersamaan kita yang paling berkesan," katanya.

Saat ditanya alasan film Alas Roban layak ditonton, Michelle menekankan kekuatan cerita yang berangkat dari folklor yang telah melekat di masyarakat. "Ini folklor yang banyak diketahui Indonesia, dengan jalanan Alas Roban yang penuh misteri dan tragedi. Difilmkan dengan hangat lewat kisahnya ibu Sita, Tika, dan Gendis – akan menjadi film horor yang menyeramkan sekaligus menghangatkan hati," jelasnya.

Pendapat serupa disampaikan Taskya. Menurutnya, film ini tidak hanya menawarkan horor, tetapi juga drama yang emosional. "Kalau kalian cari kehororan, ada. Tapi ada cerita di belakang yang akan bikin menangis dan kangen sama ibu," ujarnya.

Alas Roban disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, diproduseri Oswin Bonifanz dari Unlimited Production, dan ditulis oleh Evelyn Afnilia. Film ini berkisah tentang Sita, seorang ibu tunggal asal Pekalongan yang bekerja di rumah sakit Semarang. Bersama putrinya, Gendis, ia menaiki bus terakhir yang melintasi jalur Alas Roban, sebelum bus tersebut mogok di tengah perjalanan.

Sejak kejadian itu, Gendis mulai mendengar suara asing, menggambar simbol misterius, dan mengalami kerasukan karena menjadi incaran Dewi Raras yang diperankan Imelda Therinne. Sosok tersebut murka akibat janji ritual lama yang dilupakan.

Dengan bantuan Tika, sopir ambulans Anto yang diperankan Rio Dewanto, serta penjaga spiritual Bu Emah yang dimainkan Dewi Pakis, Sita harus kembali ke Alas Roban untuk menggelar ritual terakhir sebelum malam keramat tiba demi menyelamatkan putrinya. Film Alas Roban dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Seorang Ibu Rela jadi Pengantin Iblis Demi Sembuhkan Anaknya yang Cacat

Keputusan Ranti, menyelamatkan nyawa anaknya, Nina, membuahkan keajaiban; sang buah hati sembuh secara misterius setelah melakukan pernikahan dengan iblis.

Pengedar Sabu di Kawasan Rangkah Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan, pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dapat Remisi HUT RI, Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dijadwalkan Bebas Awal 2028

Sebagai informasi, Gus Muhdlor merupakan Bupati Sidoarjo periode 2021–2024 yang dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara pada Desember 2024 lalu.

Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro Kini Masuk Tahap Mediasi

Hasil dari proses perdamaian ini bakal menentukan apakah persidangan berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara atau diselesaikan secara damai.

Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Alvin menegaskan ingin menggunakan momentum kepemimpinan baru untuk mempercepat pembenahan internal hingga meningkatkan kualitas pelayanan pada warga Surabaya.

Penanganan Karhutla Bromo Selesai, Posko Darurat Ditutup

Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih terhadap semua instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.