Minggu, 06 Sep 2026 22:02 WIB

Cuaca Ekstrem Ancam Jatim, BMKG Sebut Risiko Banjir dan Longsor

selalu.id – BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur pada periode 1 sampai 9 Desember 2025.

 

Baca Juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

Potensi yang perlu diwaspadai antara lain hujan lebat, angin kencang, puting beliung, banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta kemungkinan hujan es di beberapa titik.

 

Daerah berisiko meliputi sejumlah kabupaten dan kota seperti Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Jember, Malang, Banyuwangi, Tuban, dan wilayah Madura.

Baca Juga: Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

 

BMKG menyampaikan cuaca ekstrem dipicu gelombang atmosfer seperti Low, Kelvin, dan Rossby. Suhu muka laut hangat di Selat Madura serta kondisi atmosfer yang labil memperkuat pembentukan awan konvektif penyebab hujan deras dan kilat.

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

 

Masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon, mewaspadai kawasan rawan bencana, memantau informasi resmi BMKG, serta mengamankan barang berharga dan jaringan listrik jika banjir mengancam.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.