Sabtu, 05 Sep 2026 23:50 WIB

31 Monitor CCTV Mati, Komisi A Soroti Kesiapan Command Center Hadapi Musim Hujan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 09:22 WIB

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko meminta Pemkot Surabaya memperketat mitigasi bencana menjelang puncak musim hujan November sampai Desember yang berpotensi memunculkan anomali cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Ia menilai kesiapsiagaan tidak dapat hanya mengandalkan BPBD di tingkat kota. Menurut dia, kecamatan dan kelurahan perlu diperkuat karena menjadi garda terdepan kedaruratan.

 

“Anomali cuaca tahun ini membuat pola hujan tidak stabil. Karena itu mitigasi harus ketat. Tidak bisa hanya mengandalkan BPBD di pusat, tapi harus sampai ke kecamatan dan kelurahan,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe, Jumat 21 November 2025.

 

Cak Yebe menyebut potensi angin kencang, genangan, dan pohon tumbang menuntut perangkat wilayah meningkatkan patroli serta pemetaan titik rawan. Ia meminta lurah dan camat memastikan saluran lingkungan tetap bersih agar aliran air tidak terhambat.

 

“Yang paling dekat dengan warga adalah kelurahan dan kecamatan. Respons awal itu sangat menentukan, terutama pada menit pertama ketika hujan ekstrem turun,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan peralatan mitigasi di tiap kelurahan. Pompa portabel, gergaji mesin, lampu darurat, dan pelampung dinilai perlu tersedia tanpa menunggu bantuan BPBD.

 

“Respons cepat di lapangan itu kuncinya. Kelurahan harus punya peralatan dasar untuk menangani kejadian awal sebelum bantuan besar datang,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.

 

Ia meminta Pemkot memberi edukasi masif kepada warga melalui RT dan RW. Warga perlu mengetahui langkah aman saat hujan lebat, lokasi titik kumpul, dan mekanisme pelaporan melalui Command Center 112.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

 

“Informasi yang cepat menyelamatkan nyawa. Edukasi warga itu bagian dari mitigasi paling efektif,” tuturnya.

 

Dalam pernyataannya, Cak Yebe menyoroti kondisi Command Center Surabaya yang mengalami kendala teknis. Sebanyak 31 monitor yang menayangkan 124 titik CCTV dilaporkan mati sehingga ruang kendali tidak dapat memantau sejumlah lokasi vital secara real time.

 

Ia menilai situasi ini berbahaya pada periode cuaca ekstrem. Operator Command Center membutuhkan visual lengkap untuk mendeteksi banjir mendadak, pohon tumbang, dan gangguan lalu lintas.

 

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

“Monitor yang mati itu harus segera diganti. Operator Command Center perlu melihat seluruh titik vital supaya BPBD bisa cepat antisipasi ketika situasi darurat terjadi,” ujar Cak Yebe yang jago main domino ini.

 

Ia menambahkan bahwa sistem kendali kota harus berfungsi penuh agar respons bencana tidak terhambat.

 

Komisi A memastikan akan memanggil dinas terkait untuk mengevaluasi kesiapan peralatan mitigasi, termasuk perbaikan Command Center. Ia berharap seluruh perangkat dapat siap sebelum puncak musim hujan.

 

“Kami tidak ingin ada kelalaian teknis yang berujung pada lambatnya respons bencana. Semua perangkat, termasuk Command Center, harus bekerja 100 persen karena keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.