Selasa, 03 Feb 2026 01:07 WIB

31 Monitor CCTV Mati, Komisi A Soroti Kesiapan Command Center Hadapi Musim Hujan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 09:22 WIB

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko meminta Pemkot Surabaya memperketat mitigasi bencana menjelang puncak musim hujan November sampai Desember yang berpotensi memunculkan anomali cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Ia menilai kesiapsiagaan tidak dapat hanya mengandalkan BPBD di tingkat kota. Menurut dia, kecamatan dan kelurahan perlu diperkuat karena menjadi garda terdepan kedaruratan.

 

“Anomali cuaca tahun ini membuat pola hujan tidak stabil. Karena itu mitigasi harus ketat. Tidak bisa hanya mengandalkan BPBD di pusat, tapi harus sampai ke kecamatan dan kelurahan,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe, Jumat 21 November 2025.

 

Cak Yebe menyebut potensi angin kencang, genangan, dan pohon tumbang menuntut perangkat wilayah meningkatkan patroli serta pemetaan titik rawan. Ia meminta lurah dan camat memastikan saluran lingkungan tetap bersih agar aliran air tidak terhambat.

 

“Yang paling dekat dengan warga adalah kelurahan dan kecamatan. Respons awal itu sangat menentukan, terutama pada menit pertama ketika hujan ekstrem turun,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan peralatan mitigasi di tiap kelurahan. Pompa portabel, gergaji mesin, lampu darurat, dan pelampung dinilai perlu tersedia tanpa menunggu bantuan BPBD.

 

“Respons cepat di lapangan itu kuncinya. Kelurahan harus punya peralatan dasar untuk menangani kejadian awal sebelum bantuan besar datang,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.

 

Ia meminta Pemkot memberi edukasi masif kepada warga melalui RT dan RW. Warga perlu mengetahui langkah aman saat hujan lebat, lokasi titik kumpul, dan mekanisme pelaporan melalui Command Center 112.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

“Informasi yang cepat menyelamatkan nyawa. Edukasi warga itu bagian dari mitigasi paling efektif,” tuturnya.

 

Dalam pernyataannya, Cak Yebe menyoroti kondisi Command Center Surabaya yang mengalami kendala teknis. Sebanyak 31 monitor yang menayangkan 124 titik CCTV dilaporkan mati sehingga ruang kendali tidak dapat memantau sejumlah lokasi vital secara real time.

 

Ia menilai situasi ini berbahaya pada periode cuaca ekstrem. Operator Command Center membutuhkan visual lengkap untuk mendeteksi banjir mendadak, pohon tumbang, dan gangguan lalu lintas.

 

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

“Monitor yang mati itu harus segera diganti. Operator Command Center perlu melihat seluruh titik vital supaya BPBD bisa cepat antisipasi ketika situasi darurat terjadi,” ujar Cak Yebe yang jago main domino ini.

 

Ia menambahkan bahwa sistem kendali kota harus berfungsi penuh agar respons bencana tidak terhambat.

 

Komisi A memastikan akan memanggil dinas terkait untuk mengevaluasi kesiapan peralatan mitigasi, termasuk perbaikan Command Center. Ia berharap seluruh perangkat dapat siap sebelum puncak musim hujan.

 

“Kami tidak ingin ada kelalaian teknis yang berujung pada lambatnya respons bencana. Semua perangkat, termasuk Command Center, harus bekerja 100 persen karena keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.