Jumat, 26 Jun 2026 17:32 WIB

Pindah Lokasi Tiga Kali, Proyek Penggilingan Gabah Milik Dispari di Mojokerto Terbengkalai

Foto: Bangunan RMU Dispari di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto (Istimewa)
Foto: Bangunan RMU Dispari di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto (Istimewa)

selalu.id - Proyek pembangunan rumah rice milling unit atau RMU beserta lantai jemur dan lumbung di Desa Kebuntunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto terancam tidak selesai tepat waktu. Pekerjaan milik Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) senilai Rp529 juta itu belum menunjukkan progres signifikan meski masa kontrak hampir berakhir.

 

Baca Juga: Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Kondisi fisik bangunan dinilai memprihatinkan. Warga sekitar menilai pekerjaan jauh dari rampung. “Kalau melihat kondisi proyeknya yang belum ada atapnya, kelihatannya tidak selesai itu. Sementara sesuai papan proyek pengerjaan terakhir 17 November,” kata seorang warga, Jumat 14 November 2025.

 

Dalam papan proyek tercantum pekerjaan bernilai Rp529 juta tersebut dikerjakan PT Rama Karya Mandiri dengan konsultan CV Janetra Arsitek. Masa pelaksanaan 90 hari kalender dimulai 19 Agustus hingga 17 November 2025. “Kan tinggal empat hari saja. pekerjaan kasarnya saja belum selesai apalagi finishing-nya,” ujarnya.

 

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Mokhamad Riduwan menyampaikan pembangunan RMU dan lantai penjemuran masih berjalan. Namun pihaknya belum memastikan persentase progres di lapangan. “Pembangunan RMU dan lantai penjemuran itu awalnya memang terjadi kendala atas status lahannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Ratusan Juta Septic Tank Bagi Warga MBR

 

Ia menjelaskan proyek sempat berpindah lokasi beberapa kali karena lahan yang disiapkan sebelumnya berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kondisi ini membuat pekerjaan tertunda. “Jadi pindah lokasi pembangunan proyek ini tiga kali. Akhirnya yang terakhir itu di Desa Kebontunggul Gondang,” jelasnya.

 

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan

Perpindahan lahan membuat waktu pelaksanaan tersita sehingga pelaksana meminta tambahan waktu. “Dari berpindah pindahnya lokasi itu kan makan waktu sehingga dari pelaksana minta perpanjangan waktu dua minggu. Ada klausul kalau memang ada perpanjangan. Jadi tidak ada denda meski telat,” katanya.

 

Dengan tambahan waktu dua pekan, batas akhir pekerjaan mundur hingga awal Desember. Riduwan menambahkan fasilitas RMU ini nantinya akan dihibahkan kepada gabungan kelompok tani setempat untuk digunakan sebagai tempat penggilingan hasil panen. “Nanti dikelola oleh gapoktan yang bekerja sama dengan desa karena itu tanah kas desa,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Spanduk bernuansa meme dengan bahasa lokal Surabaya itu menjadi salah satu simbol kritik massa terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Pemkab Sidoarjo Percepat Proyek Flyover Gedangan yang Telan Anggaran Rp400 M

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tengah memfokuskan penyelesaian pembebasan lahan. Proyek ini dibangun untuk mengurai kemacetan.

ASN Tewas Dalam Mobil di Bandara Juanda Itu Diduga Korban Kekerasan

Namun, hingga kini polisi belum dapat menyimpulkan lebih jauh karena masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

Ternyata, Ini Alasan PLN Sidoarjo Padamkan Listrik Secara Terjadwal

Pemeliharaan jaringan dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mengutamakan keselamatan masyarakat. 

Harga BBM Naik, Pemkot Surabaya Jual Semua Mobil Operasional

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus menekan biaya operasional pemerintah daerah. Semua mobil akan dilelang.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Masih Seputar Percintaan, Keberuntungan hingga Karier

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk.