Minggu, 06 Sep 2026 10:01 WIB

Kasus HIV di Jatim Tertinggi Nasional, DPRD Minta Edukasi Diperkuat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Nov 2025 12:39 WIB

selalu.id – Jawa Timur kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan kasus HIV tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) mencapai 65.238 orang.

 

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Angka ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Timur. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Hari Yulianto, menekankan pentingnya langkah strategis untuk menekan laju penularan HIV melalui edukasi, deteksi dini, dan perluasan akses layanan kesehatan.

 

"Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat harus bersatu melakukan langkah nyata," ujar Hari Yulianto, Selasa (11/11/2025).

 

Dalam periode Januari hingga Maret 2025, tercatat 2.599 kasus baru HIV di Jawa Timur. Kasus terbanyak ditemukan di Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Minimnya pemahaman masyarakat tentang cara penularan HIV disebut menjadi faktor utama tingginya angka kasus.

 

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Hari menjelaskan, perluasan edukasi publik dapat menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Ia juga mendorong masyarakat melakukan pencegahan melalui perilaku aman dan memanfaatkan layanan medis yang tersedia.

 

"Cegah lebih baik daripada mengobati. Tes dini dan pengobatan antiretroviral (ARV) terbukti efektif menekan jumlah virus sekaligus mencegah penularan ke orang lain," jelasnya.

 

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, skrining, dan edukasi publik tentang HIV/AIDS. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial juga dinilai penting agar ODHIV tetap patuh menjalani pengobatan.

 

"Semakin cepat kita bergerak, semakin besar peluang menekan penularan. Tujuan akhirnya jelas, masyarakat Jawa Timur yang sehat, produktif, dan berdaya," pungkas Hari Yulianto.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.