Sabtu, 05 Sep 2026 15:17 WIB

Jatim Berhasil Tarik Investasi Ratusan Triliun, Surabaya Penyumbang Terbesar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Feb 2022 10:20 WIB
Grafis investasi di Jawa Timur
Grafis investasi di Jawa Timur

selalu.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan terbaik ke-3 dari Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai provinsi yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi nasional.

Dari realisasi investasi nasional tahun 2021 sebesar Rp901,02 triliun, Provinsi Jawa Barat menyumbang Rp 136,1 triliun, DKI Jakarta Rp 103,3 triliun, Jawa Timur Rp 79,5 triliun, Banten Rp 58 triliun , dan Riau Rp 53 triliun.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim investasi di Jatim selalu kondusif. Dukungan itu terwujud dalam sektor infrastruktur, kemudahan dan kepastian berusaha, ketersedian sumber daya manusia (SDM), dan lainnya.

"Investasi merupakan penopang utama, penggerak ekonomi. Karenanya, Jatim berkomitmen memberikan rasa aman kepada semua investor dalam menjalankan usahanya. Dengan begitu, kedepan nilai investasinya akan terus meningkat," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (18/2/2022).

Khofifah menyebut kondusifitas iklim investasi di Jatim merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar. Secara nasional, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jatim memberikan sumbangan 14,48% terhadap perekonomian nasional. Khusus untuk pulau Jawa, Jatim adalah penyumbang terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 25,01%.

Baca Juga: Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Khofifah memaparkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sejak 2019 arus investasi yang masuk Jatim terus mengalami peningkatan yang cukup besar. Jika di tahun 2018, jumlah investasi yang masuk ke Jatim hanya sebesar Rp51,2 triliun, maka di tahun 2019, investasi Jatim berhasil tumbuh 14,2% menyentuh angka Rp 58,45 Triliun.
 
Tren peningkatan terus berlanjut di tahun 2020. Meski dalam situasi Pandemi Covid-19, kata dia, jumlah investasi yang masuk naik pesat hingga angka Rp78,3 triliun atau tumbuh 33,8 persen (yoy). Tahun 2021, realisasi investasi Jatim berhasil menembus angka Rp79,5 triliun atau tumbuh 1,5 persen (yoy).

"Alhamdulillah, tiga tahun terakhir, sejak 2019 realisasi investasi di Jawa Timur berhasil tumbuh hingga 14,2 persen. Padahal dua tahun sebelumnya, realisasi investasi di Jatim mengalami kontraksi," tuturnya.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Jawa Timur, lanjut Khofifah, ternyata cukup menarik di mata investor asing. Hal ini ditunjukkan oleh proporsi Penanaman Modal Asing (PMA) yang terus meningkat. Pada tahun 2019, proporsi PMA terhadap total investasi di Jatim sebesar 22,2%. Setahun kemudian naik menjadi 28,9%, dan pada tahun 2021 proporsi PMA naik lagi menyentuh angka 34%. Gubernur Khofifah menyatakan bahwa peningkatan capital inflow ke Jawa Timur tersebut sekaligus mempertegas bahwa fundamental ekonomi Jatim dipandang cukup kuat.

"Namun demikian, berseiring dengan progress positif PMA itu, kita berkomitmen untuk menggenjot PMDN Jatim," imbuhnya.
 
Dijelaskan Khofifah, pada tahun 2021, realisasi investasi di Jatim senilai Rp79,5 Triliun yang terdiri dari PMA Rp27 Triliun dan PMDN Rp52,5 Triliun, tersebar di beberapa lokasi utama di Jatim. Kota Surabaya menjadi penyumbang terbesar (kontribusi 37%) dengan capaian Rp29,2 Triliun. Disusul Kab. Gresik menyumbang 21�ngan nilai investasi Rp16,8 Triliun, lalu Kab. Sidoarjo Rp9,6 Triliun (12%), Kab. Pasuruan Rp7,2 Triliun (9%), dan Kab. Tuban Rp2,4 Triliun (3%).
 
Sedangkan dari sisi sektor usaha, realisasi investasi Jatim tahun 2021 didominasi oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai investasi Rp19,5 Triliun setara dengan 24�ri total investasi. Disusul oleh sektor Industri Makanan yang memberikan kontribusi 15�ngan capaian Rp11,6 Triliun, kemudian sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp10,8 Triliun (13%), sektor Pertambangan Rp7,6 Triliun (10%) dan sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya senilai Rp5,6 Triliun (7%).
 
Khofifah pun mengapresiasi berbagai pihak yang ikut mendorong tren pertumbuhan selama tiga tahun terakhir ini. Pertumbuhan tersebut diikuti adanya peningkatan peringkat Jatim pada konstelasi Top 5 Provinsi se-Indonesia di sektor investasi. Mulai dari tahun 2018 Jatim menduduki peringkat ke-5, beranjak naik ke urutan empat pada tahun 2019, dan naik lagi menjadi peringkat ke-3 pada tahun 2020 dan tahun 2021. (SL1)
 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.