Rabu, 22 Jul 2026 18:34 WIB

Dosen Petra Ungkap Risiko dan Manfaat Etanol dalam BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Okt 2025 13:14 WIB

selalu.id – Isu pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) kembali ramai diperbincangkan seiring dorongan pemerintah menuju energi hijau. Perdebatan ini mencuat setelah banyak kendaraan dilaporkan mogok usai mengisi BBM di SPBU Pertamina.

 

Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet

Di tengah antusiasme penggunaan bioetanol, muncul pertanyaan penting di kalangan pengguna kendaraan: apakah BBM beretanol aman untuk mesin?

 

Dosen Automotive Petra Christian University (PCU), Prof. Dr. Willyanto Anggono, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa penggunaan etanol dalam BBM membawa banyak manfaat jika disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan.

 

Menurutnya, etanol memiliki angka oktan tinggi yang dapat meningkatkan performa pembakaran, sekaligus bersumber dari energi terbarukan yang ramah lingkungan. Namun, etanol juga memiliki keterbatasan teknis seperti sifat mudah menyerap air dan potensi menyebabkan korosi jika tidak cocok dengan material mesin.

 

“Ibaratnya, bahan bakar itu makanan bagi mesin. Kalau tidak sesuai, bisa menimbulkan gangguan pada komponen tertentu, terutama yang berbahan karet atau logam,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

 

Prof. Willyanto menilai penerapan BBM campuran E10 (etanol 10 persen) seperti di sejumlah negara dapat menjadi langkah positif, asalkan diimbangi dengan kesiapan teknologi mesin kendaraan di Indonesia.

 

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

“Untuk mesin terbaru, umumnya sudah kompatibel dengan E10 atau bahkan E20. Pabrikan besar sudah menyesuaikan dengan regulasi global,” tambahnya.

 

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan etanol saat kendaraan mengalami kendala.

 

“Belum tentu masalahnya di etanol. Bisa juga karena penyimpanan BBM di SPBU yang tidak ideal atau kontaminasi air. Semua harus dicek menyeluruh,” tegasnya.

 

Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Sebagai penutup, Prof. Willyanto menekankan pentingnya pengawasan mutu BBM oleh pemerintah agar bahan bakar yang dijual di pasaran sesuai standar.

 

“Kalau semua pihak bekerja sesuai standar, masyarakat akan mendapatkan BBM berkualitas dan aman untuk kendaraan,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.