Kamis, 03 Sep 2026 12:53 WIB

Surabaya Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun, Ketua PAUD: Pra-Sekolah Kunci Kemandirian Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:48 WIB

Selalu.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat implementasi enam program prioritas pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dicanangkan Kemendikdasmen. Salah satunya, Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, dengan tambahan satu tahun pra-sekolah sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).

Ketua Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan pentingnya jenjang pra-sekolah sebagai pondasi pendidikan dasar anak. Menurutnya, pengalaman belajar di PAUD akan membuat anak lebih mandiri, percaya diri, dan siap beradaptasi ketika masuk SD.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

“Kalau anak sudah terbiasa sekolah di PAUD, biasanya lebih berani. Bahkan ada yang bilang, ‘Mama nggak usah diantar,’ karena mereka sudah terbiasa mandiri,” kata Bunda Rini, Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan, pra-sekolah bukan hanya soal belajar membaca atau berhitung, tapi juga melatih anak bersosialisasi, belajar antre, hingga menunggu giliran. “Hal-hal sederhana seperti itu penting untuk pembentukan karakter sejak dini,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan, Pemkot menurunkan tim berlapis mulai dari tingkat kota hingga kelurahan. Mereka mendata anak usia 5–6 tahun yang belum sekolah, bahkan turun langsung mendekati orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, menekankan bahwa program ini tak hanya menambah durasi wajib belajar, tapi juga membentuk karakter anak. “Kalau sejak dini terbiasa disiplin, mandiri, dan percaya diri, itu jadi modal besar saat menempuh pendidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari akademisi. Dosen PG-PAUD Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi, menilai langkah Surabaya lebih maju dibanding banyak daerah lain.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

“Surabaya ini sangat masif dan sungguh-sungguh. Tidak hanya advokasi wajib pra-sekolah, tapi juga menyekolahkan guru-guru PAUD hingga S1. Tahun ini saja sekitar 200 guru sedang menempuh kuliah,” jelas Fatiha.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan SDM. “Kalau atensi ini terus dijaga, Surabaya bukan hanya maju secara infrastruktur, tapi juga unggul dalam SDM,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.