Senin, 19 Okt 2026 06:29 WIB

Surabaya Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun, Ketua PAUD: Pra-Sekolah Kunci Kemandirian Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:48 WIB

Selalu.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat implementasi enam program prioritas pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dicanangkan Kemendikdasmen. Salah satunya, Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, dengan tambahan satu tahun pra-sekolah sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).

Ketua Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan pentingnya jenjang pra-sekolah sebagai pondasi pendidikan dasar anak. Menurutnya, pengalaman belajar di PAUD akan membuat anak lebih mandiri, percaya diri, dan siap beradaptasi ketika masuk SD.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

“Kalau anak sudah terbiasa sekolah di PAUD, biasanya lebih berani. Bahkan ada yang bilang, ‘Mama nggak usah diantar,’ karena mereka sudah terbiasa mandiri,” kata Bunda Rini, Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan, pra-sekolah bukan hanya soal belajar membaca atau berhitung, tapi juga melatih anak bersosialisasi, belajar antre, hingga menunggu giliran. “Hal-hal sederhana seperti itu penting untuk pembentukan karakter sejak dini,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan, Pemkot menurunkan tim berlapis mulai dari tingkat kota hingga kelurahan. Mereka mendata anak usia 5–6 tahun yang belum sekolah, bahkan turun langsung mendekati orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, menekankan bahwa program ini tak hanya menambah durasi wajib belajar, tapi juga membentuk karakter anak. “Kalau sejak dini terbiasa disiplin, mandiri, dan percaya diri, itu jadi modal besar saat menempuh pendidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari akademisi. Dosen PG-PAUD Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi, menilai langkah Surabaya lebih maju dibanding banyak daerah lain.

Baca Juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat

“Surabaya ini sangat masif dan sungguh-sungguh. Tidak hanya advokasi wajib pra-sekolah, tapi juga menyekolahkan guru-guru PAUD hingga S1. Tahun ini saja sekitar 200 guru sedang menempuh kuliah,” jelas Fatiha.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan SDM. “Kalau atensi ini terus dijaga, Surabaya bukan hanya maju secara infrastruktur, tapi juga unggul dalam SDM,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.