Senin, 20 Jul 2026 08:35 WIB

Surabaya Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun, Ketua PAUD: Pra-Sekolah Kunci Kemandirian Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:48 WIB

Selalu.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat implementasi enam program prioritas pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dicanangkan Kemendikdasmen. Salah satunya, Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, dengan tambahan satu tahun pra-sekolah sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).

Ketua Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan pentingnya jenjang pra-sekolah sebagai pondasi pendidikan dasar anak. Menurutnya, pengalaman belajar di PAUD akan membuat anak lebih mandiri, percaya diri, dan siap beradaptasi ketika masuk SD.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Kalau anak sudah terbiasa sekolah di PAUD, biasanya lebih berani. Bahkan ada yang bilang, ‘Mama nggak usah diantar,’ karena mereka sudah terbiasa mandiri,” kata Bunda Rini, Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan, pra-sekolah bukan hanya soal belajar membaca atau berhitung, tapi juga melatih anak bersosialisasi, belajar antre, hingga menunggu giliran. “Hal-hal sederhana seperti itu penting untuk pembentukan karakter sejak dini,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan, Pemkot menurunkan tim berlapis mulai dari tingkat kota hingga kelurahan. Mereka mendata anak usia 5–6 tahun yang belum sekolah, bahkan turun langsung mendekati orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, menekankan bahwa program ini tak hanya menambah durasi wajib belajar, tapi juga membentuk karakter anak. “Kalau sejak dini terbiasa disiplin, mandiri, dan percaya diri, itu jadi modal besar saat menempuh pendidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari akademisi. Dosen PG-PAUD Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi, menilai langkah Surabaya lebih maju dibanding banyak daerah lain.

Baca Juga: Warga Surabaya Banyak yang Sambat Parkir, Laporan ke Hotline Cak Eri Tembus 1.442

“Surabaya ini sangat masif dan sungguh-sungguh. Tidak hanya advokasi wajib pra-sekolah, tapi juga menyekolahkan guru-guru PAUD hingga S1. Tahun ini saja sekitar 200 guru sedang menempuh kuliah,” jelas Fatiha.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan SDM. “Kalau atensi ini terus dijaga, Surabaya bukan hanya maju secara infrastruktur, tapi juga unggul dalam SDM,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.