Masjid Al Badar Surabaya Jadi Pionir Penerapan K3L di Tempat Ibadah
- Penulis : Rahmat Hidayat
- | Senin, 08 Sep 2025 12:45 WIB
selalu.id – Masjid Al Badar di Kertomenanggal, Surabaya, mulai menerapkan konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L). Masjid yang dikelola Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dukuh Menanggal itu kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jatim, Muhammad Mirdasy, mengatakan penerapan K3L ini merupakan tindak lanjut identifikasi budaya risiko yang dilakukan awal tahun.
“Bicara keselamatan dan kesehatan saat beribadah memiliki tahapan-tahapan yang cukup kompleks, karena banyak hal yang perlu dijalankan,” ujar Mirdasy usai focus group discussion (FGD) di Masjid Al Badar, Minggu (7/9/2025). Ia menegaskan masjid berperan strategis sebagai pusat literasi K3 dan lingkungan.
LHKP bersama Lazismu juga menggelar pelatihan pemadaman api skala rumah tangga. Program ini diharapkan membiasakan jemaah melakukan mitigasi risiko kebakaran.
Wakil Ketua Dewan K3 Jawa Timur, Edi Priyanto, menyebut masjid kerap dianggap bangunan paling aman saat bencana. Namun menurutnya implementasi K3L tidak harus mewah.
“Disesuaikan dulu dengan kebutuhan, tapi memberi dampak besar,” katanya. Salah satunya lewat penghematan air wudhu yang ditampung melalui IPAL mini. Air tetap mengalir deras namun hemat, lalu ditampung kembali untuk menyiram tanaman.
Edi juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan. “Sampah plastik bisa jadi amal jariyah atau dosa jariyah. Jika diwariskan dengan cara benar, akan menjadi kebaikan. Tapi bila merusak, generasi berikutnya menerima dosa warisan,” ujarnya.
Wakil Ketua Takmir Masjid Al Badar, Sumarmono, mengungkapkan pengelolaan air wudhu pernah dicoba untuk memelihara ikan lele, namun menimbulkan bau tak sedap. Saat ini air dialihkan ke tempat cuci motor yang dikelola karang taruna. Warga juga sempat mengolah limbah kulit buah menjadi sabun eco enzyme bersama Lazismu, meski masih terbatas.
“Ke depan, kami setuju perlu ada pelatihan penanganan bencana sekaligus penetapan titik kumpul evakuasi yang sampai sekarang belum ada,” katanya.
Sejumlah jamaah juga berharap masjid konsisten memberikan edukasi. “Harapan kami masjid ke depan juga perlu begitu, layaknya kru pesawat yang selalu memberikan instruksi keselamatan sebelum terbang,” kata Djarot Ilusya, jamaah sekaligus pengurus takmir.
Masjid Al Badar digadang-gadang menjadi pionir penerapan K3L di tempat ibadah. Upaya ini mendapat dukungan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia.
“Program ini bukan komersial, tapi program akhirat. Masjid Al Badar bisa jadi prototipe yang kelak ditiru masjid lain,” ujar Edi.
Implementasi K3L di masjid ini didahului dengan penyerahan alat pemadam api ringan (APAR) dan keset antislip untuk kamar mandi pada 21 Agustus 2025. Sementara identifikasi budaya risiko telah dilaksanakan pada 28 Maret 2025.
Editor : Ading
URL : https://selalu.id/news-10753-masjid-al-badar-surabaya-jadi-pionir-penerapan-k3l-di-tempat-ibadah
