Kamis, 23 Jul 2026 00:24 WIB

Soroti Kemiskinan, Gerindra Minta Pembangunan Jatim Tak Terpusat di Gerbangkertasusila

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama
Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama

selalu.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Namun, persetujuan ini disertai catatan kritis soal ketimpangan pembangunan dan persoalan sosial ekonomi di Jawa Timur.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama, menilai RPJMD harus menjadi landasan pembangunan yang menjawab tantangan nyata masyarakat. Ia menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Jawa Timur yang mencapai hampir 4 juta jiwa hingga 2024.

 

Menurutnya, daerah seperti Madura, Probolinggo, Tuban, dan Ngawi masih tertinggal dalam berbagai aspek. “Pembangunan selama ini terlalu terpusat di wilayah Gerbangkertasusila,” kata Farid, Senin (21/7/2025).

 

Gerindra mendesak percepatan pembangunan di wilayah tertinggal melalui skema konektivitas baru dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di Madura, Pantura, Mataraman, dan Tapal Kuda. Peningkatan layanan dasar dan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga dinilai penting.

 

Fraksi Gerindra turut menyoroti isu kebencanaan. Mengingat sebagian besar wilayah Jawa Timur rawan bencana, Gerindra meminta Pemprov mampu merespons bencana maksimal dalam waktu 2x24 jam.

 

Di sektor keuangan daerah, Gerindra menilai target pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,87 persen terlalu rendah. Fraksi ini mendorong target dinaikkan menjadi 5–7 persen dengan efisiensi anggaran berbasis program prioritas.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

 

Pengelolaan aset daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi sorotan. Farid menilai banyak aset bernilai miliaran rupiah yang mangkrak, sementara beberapa BUMD justru menjadi beban keuangan daerah. Gerindra mendesak adanya masterplan optimalisasi aset dan evaluasi menyeluruh kinerja BUMD.

 

Di sektor pertanian dan perikanan, yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Timur, Gerindra menyoroti penurunan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Gerindra mendesak langkah konkret seperti hilirisasi, perlindungan lahan pangan, dan pemberian insentif teknologi.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

Masalah sosial juga menjadi perhatian. Data 2024 menunjukkan angka perkawinan anak (8.753 kasus), kekerasan (1.800 kasus), dan perceraian (lebih dari 77.000 kasus) masih tinggi. Gerindra menekankan pentingnya pembangunan sosial yang memprioritaskan ketahanan keluarga, pendidikan perempuan, dan peran ibu.

 

Meski mengapresiasi capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang melampaui target, Gerindra mendorong penguatan program lingkungan terintegrasi dengan sektor industri, pertanian, dan pariwisata melalui konsep Green dan Blue Economy.

 

Gerindra juga mendorong agar RPJMD selaras dengan program prioritas nasional seperti Sekolah Rakyat, Makanan Bergizi Gratis, dan Koperasi Merah Putih. Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal dan mengkritisi pelaksanaan RPJMD agar berpihak pada rakyat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.