Senin, 19 Okt 2026 12:39 WIB

Empat Tahun Gagal Capai Target, Praktisi Soroti Lemahnya Anggaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Jul 2025 13:49 WIB
Praktisi kebijakan anggaran Mauli Fikr
Praktisi kebijakan anggaran Mauli Fikr

selalu.id – Praktisi kebijakan anggaran Mauli Fikr menyoroti lemahnya alokasi anggaran pendidikan oleh Pemerintah Kota Surabaya, menyusul kegagalan pencapaian target indeks pendidikan selama empat tahun terakhir.

 

Baca Juga: Top 5 Berita: Pesan Fraksi PKB hingga Regenerasi Keroncong

Mauli menyampaikan bahwa meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya dinyatakan tercapai, indikator pendidikan justru tertinggal. Hal ini menurutnya mencerminkan minimnya kontribusi sektor pendidikan terhadap pembangunan kota.

 

“Rendahnya komitmen pemkot terhadap pendidikan berdampak langsung pada tidak tercapainya target indeks pendidikan. Padahal ini indikator penting dalam IPM,” ujar Mauli saat rapat bersama Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (1/7/2025).

 

Ia menilai kegagalan tersebut bukan hanya persoalan kualitas, tetapi juga alokasi anggaran yang tidak proporsional. Kenaikan APBD sebesar 20 persen disebut hanya diikuti peningkatan 3 persen untuk sektor pendidikan.

 

“Kalau APBD naik 20 persen, kenapa pendidikan cuma naik 3 persen? Sektor lain seperti pariwisata bisa saja dapat lebih besar, padahal pendidikan adalah kebutuhan dasar,” tegasnya.

 

Baca Juga: Bupati Jember Sebut 7 Fraksi DPRD Sejalan dengan Arah APBD 2027

Menurut Mauli, hingga saat ini belanja fungsi pendidikan masih berada di posisi ketiga setelah pelayanan umum dan kesehatan. Padahal, menurut undang-undang, pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama.

 

Ia mendorong Pemkot dan DPRD menyusun ulang kebijakan anggaran pendidikan dengan pendekatan yang lebih strategis, khususnya menyikapi perubahan kebijakan nasional pascaputusan Mahkamah Konstitusi terkait keadilan pendidikan negeri dan swasta.

 

“Kita tidak bisa terpaku pada angka 20 persen. Yang penting adalah efektivitas dan proporsionalitas. Negeri dan swasta sama-sama menyangkut pendidikan dasar masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Peduli Pendidikan di Ring Satu Kawasan, SIER Tebus Ijazah dan Bantu Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu

 

Mauli juga menyoroti masih banyaknya warga yang mengikuti Paket C karena tidak menyelesaikan pendidikan formal. Menurutnya, ini menunjukkan masih adanya persoalan serius terkait akses dan pemerataan pendidikan.

 

“Ini harus dijemput. Bisa jadi karena faktor ekonomi atau infrastruktur yang belum merata, termasuk di kecamatan yang masih kekurangan SMP. Ini perlu strategi baru dari Dispendik dan Bappeda,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.