Rabu, 22 Jul 2026 09:41 WIB

Periksain Dukung Penuh Kebangkitan Industri Perhotelan, UMKM dan Kepariwisataan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jan 2022 17:08 WIB
booth Periksain saat perayaan acara Ulang Tahun PHMI ke-7
booth Periksain saat perayaan acara Ulang Tahun PHMI ke-7

selalu.id - Merebaknya covid-19 dan turunan variannya membuat industri pariwisata dan UMKM harus putar otak lebih keras guna mengembangkan usahanya, tidak sedikit sebuah usaha kerap kita temui gulung tikar karena keaadan yang tidak kunjung membaik.

Menanggapi hal tersebut, PHMI (Perkumpulan Hotel dan Media Indonesia) berinisiatif membuat satu langkah perubahan yang diharap bisa menjadi titik balik kebangkitan industri pariwisata dan UMKM, lewat gelaran Diskusi Nasional dengan tajuk "Memperkuat Sinergitas Industri Kreatif : Perhotelan, UMKM dan Kepariwisataan" yang dihelat pada 25 Januari 2022 di Deka Hotel Surabaya, acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan Ulang Tahun PHMI ke-7.

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Beberapa booth dari UMKM ikut andil dalam meramaikan kegiatan ini, ada satu yang menarik yaitu kehadiran booth Periksain, yang dimana merupakan sebuah startup lokal asli Surabaya yang berfokus pada kesehatan, dalam kesempatan tersebut Periksain membuka booth untuk cek tensi dan gula darah secara gratis. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian, karena sebelum memulai mengembangkan suatu usaha harus terdapat kesehatan yang prima.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Periksain yang merupakan sebuah platform digital yang menyediakan serta menampilkan pemeriksaan laboratorium yang menghubungkan tenaga kesehatan dan Rumah Sakit, Laboratorium atau Klinik, mendukung penuh kegiatan Diskusi Nasional ini, karena Periksain menganggap ini adalah sebuah upaya yang bisa dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus kemajuan industri terkait.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Kegiatan Diskusi Nasional ini berlangsung secara hybrid dan mendatangkan sejumlah nama besar, di antaranya: Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Teten Masduki (Menteri Koperasi UKM), Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi) sebagai keynote speakers. Dalam kesempatan yang sama para kepala daerah di Jawa Timur seperti Eri Cahyadi (Walikota Surabaya), Suprawoto (Bupati Magetan) dan Moch. Nur Arifin (Bupati Trenggalek) ikut mendukung kegiatan ini sebagai awal kebangkitan industri perhotelan, UMKM dan kepariwisataan sekaligus memaparkan program pariwisata unggulan di daerahnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.