Kamis, 04 Jun 2026 09:42 WIB

Waspada! Kasus Demam Berdarah di Jawa Timur Meningkat Hampir 100 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jan 2022 10:54 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim

selalu.id- Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Jawa Timur, hampir 100 persen. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tercatat selama bulan Januari 2022 ini total ada 997 kasus.

"Januari 2021 totalnya 668, jadi mendekati 100 persen peningkatannya pada 2022 ini. Mengingat selama Januari sudah ada 977 kasus," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono,Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Erwin menyampaikan, peningkatan kasus ini harus diwaspadai, terlebih rata-rata pasien DBD merupakan anak-anak usia 5-14 tahun.

Selain itu, kata dia, angka pasien DBD rawat inap di beberapa RS mulai meningkat. Seperti
di RSU Dr Soetomo, sudah capai 67 persen.

"Kami belum menghitung dari 67 persen itu, beberapa persennya yang dipakai unthk demam berdarah,"jelasnya.

Menurutnya, rawat inap untuk DBD ini sebenarnya bagus, karena rawat inap tidak lagi hanya untuk pasien Covid-19, tapi juga bisa digunakan untuk pasien-pasien non Covid-19.

Rentang usia pasien DBD juga didominasi anak-anak berusia 5-14 tahun, total terdapat 17 pasien di rentang usia tersebut.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Erwin mengaku khawatir dengan angka resiko anak-anak yang lebih mudah terjangkit. Karena demam berdarah itu pada hari ketiga biasanya demamnya turun.

"Kalau demam turun anak-anak merasa nyaman. Akan main-main. Kalau nanti main, maka risiko dua tadi tidak bisa terprediksi," paparnya.

Resiko kedua adalah terjadinya demam lagi. Ia merekomendasikan bagi warga yang memiliki anak-anak dan sedang demam, maka langsung dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

"Setelah bermain, akan terjadi (demam). Dan ketika itu terjadi. Kita akan terlambat sampai ke rumah sakit. Sehingga begitu ada potensi demam, lebih baik sekarang kita mulai curiga ada dua kemungkinan, Covid-19 atau DBD," jelas dia.

Sehingga mulai sekarang, Erwin memastikan Dinkes Jatim akan berbagi perhatian. Bukan hanya Covid-19 yang tetap perlu perhatian, tapi masyarakat juga perlu berbagi perhatian.

"Contohnya, kalau ada demam. Manifestasi Demam Berdarah itu lebih banyak demam. Maka kita jangan hanya memikirkan kemungkinan Covid-19," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.