Rabu, 22 Jul 2026 01:24 WIB

Waspada! Kasus Demam Berdarah di Jawa Timur Meningkat Hampir 100 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jan 2022 10:54 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim

selalu.id- Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Jawa Timur, hampir 100 persen. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tercatat selama bulan Januari 2022 ini total ada 997 kasus.

"Januari 2021 totalnya 668, jadi mendekati 100 persen peningkatannya pada 2022 ini. Mengingat selama Januari sudah ada 977 kasus," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono,Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Erwin menyampaikan, peningkatan kasus ini harus diwaspadai, terlebih rata-rata pasien DBD merupakan anak-anak usia 5-14 tahun.

Selain itu, kata dia, angka pasien DBD rawat inap di beberapa RS mulai meningkat. Seperti
di RSU Dr Soetomo, sudah capai 67 persen.

"Kami belum menghitung dari 67 persen itu, beberapa persennya yang dipakai unthk demam berdarah,"jelasnya.

Menurutnya, rawat inap untuk DBD ini sebenarnya bagus, karena rawat inap tidak lagi hanya untuk pasien Covid-19, tapi juga bisa digunakan untuk pasien-pasien non Covid-19.

Rentang usia pasien DBD juga didominasi anak-anak berusia 5-14 tahun, total terdapat 17 pasien di rentang usia tersebut.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

Erwin mengaku khawatir dengan angka resiko anak-anak yang lebih mudah terjangkit. Karena demam berdarah itu pada hari ketiga biasanya demamnya turun.

"Kalau demam turun anak-anak merasa nyaman. Akan main-main. Kalau nanti main, maka risiko dua tadi tidak bisa terprediksi," paparnya.

Resiko kedua adalah terjadinya demam lagi. Ia merekomendasikan bagi warga yang memiliki anak-anak dan sedang demam, maka langsung dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

"Setelah bermain, akan terjadi (demam). Dan ketika itu terjadi. Kita akan terlambat sampai ke rumah sakit. Sehingga begitu ada potensi demam, lebih baik sekarang kita mulai curiga ada dua kemungkinan, Covid-19 atau DBD," jelas dia.

Sehingga mulai sekarang, Erwin memastikan Dinkes Jatim akan berbagi perhatian. Bukan hanya Covid-19 yang tetap perlu perhatian, tapi masyarakat juga perlu berbagi perhatian.

"Contohnya, kalau ada demam. Manifestasi Demam Berdarah itu lebih banyak demam. Maka kita jangan hanya memikirkan kemungkinan Covid-19," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.