Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Waspada! Kasus Demam Berdarah di Jawa Timur Meningkat Hampir 100 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jan 2022 10:54 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim

selalu.id- Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Jawa Timur, hampir 100 persen. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tercatat selama bulan Januari 2022 ini total ada 997 kasus.

"Januari 2021 totalnya 668, jadi mendekati 100 persen peningkatannya pada 2022 ini. Mengingat selama Januari sudah ada 977 kasus," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono,Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Erwin menyampaikan, peningkatan kasus ini harus diwaspadai, terlebih rata-rata pasien DBD merupakan anak-anak usia 5-14 tahun.

Selain itu, kata dia, angka pasien DBD rawat inap di beberapa RS mulai meningkat. Seperti
di RSU Dr Soetomo, sudah capai 67 persen.

"Kami belum menghitung dari 67 persen itu, beberapa persennya yang dipakai unthk demam berdarah,"jelasnya.

Menurutnya, rawat inap untuk DBD ini sebenarnya bagus, karena rawat inap tidak lagi hanya untuk pasien Covid-19, tapi juga bisa digunakan untuk pasien-pasien non Covid-19.

Rentang usia pasien DBD juga didominasi anak-anak berusia 5-14 tahun, total terdapat 17 pasien di rentang usia tersebut.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Erwin mengaku khawatir dengan angka resiko anak-anak yang lebih mudah terjangkit. Karena demam berdarah itu pada hari ketiga biasanya demamnya turun.

"Kalau demam turun anak-anak merasa nyaman. Akan main-main. Kalau nanti main, maka risiko dua tadi tidak bisa terprediksi," paparnya.

Resiko kedua adalah terjadinya demam lagi. Ia merekomendasikan bagi warga yang memiliki anak-anak dan sedang demam, maka langsung dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

"Setelah bermain, akan terjadi (demam). Dan ketika itu terjadi. Kita akan terlambat sampai ke rumah sakit. Sehingga begitu ada potensi demam, lebih baik sekarang kita mulai curiga ada dua kemungkinan, Covid-19 atau DBD," jelas dia.

Sehingga mulai sekarang, Erwin memastikan Dinkes Jatim akan berbagi perhatian. Bukan hanya Covid-19 yang tetap perlu perhatian, tapi masyarakat juga perlu berbagi perhatian.

"Contohnya, kalau ada demam. Manifestasi Demam Berdarah itu lebih banyak demam. Maka kita jangan hanya memikirkan kemungkinan Covid-19," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Selain pembangunan baru, pemkot juga melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat serta tenaga satuan tugas (Satgas).