Sabtu, 24 Okt 2026 02:59 WIB

Waspada! Kasus Demam Berdarah di Jawa Timur Meningkat Hampir 100 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jan 2022 10:54 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers di Kantor Dinkes Jatim

selalu.id- Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Jawa Timur, hampir 100 persen. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tercatat selama bulan Januari 2022 ini total ada 997 kasus.

"Januari 2021 totalnya 668, jadi mendekati 100 persen peningkatannya pada 2022 ini. Mengingat selama Januari sudah ada 977 kasus," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono,Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Erwin menyampaikan, peningkatan kasus ini harus diwaspadai, terlebih rata-rata pasien DBD merupakan anak-anak usia 5-14 tahun.

Selain itu, kata dia, angka pasien DBD rawat inap di beberapa RS mulai meningkat. Seperti
di RSU Dr Soetomo, sudah capai 67 persen.

"Kami belum menghitung dari 67 persen itu, beberapa persennya yang dipakai unthk demam berdarah,"jelasnya.

Menurutnya, rawat inap untuk DBD ini sebenarnya bagus, karena rawat inap tidak lagi hanya untuk pasien Covid-19, tapi juga bisa digunakan untuk pasien-pasien non Covid-19.

Rentang usia pasien DBD juga didominasi anak-anak berusia 5-14 tahun, total terdapat 17 pasien di rentang usia tersebut.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Erwin mengaku khawatir dengan angka resiko anak-anak yang lebih mudah terjangkit. Karena demam berdarah itu pada hari ketiga biasanya demamnya turun.

"Kalau demam turun anak-anak merasa nyaman. Akan main-main. Kalau nanti main, maka risiko dua tadi tidak bisa terprediksi," paparnya.

Resiko kedua adalah terjadinya demam lagi. Ia merekomendasikan bagi warga yang memiliki anak-anak dan sedang demam, maka langsung dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

"Setelah bermain, akan terjadi (demam). Dan ketika itu terjadi. Kita akan terlambat sampai ke rumah sakit. Sehingga begitu ada potensi demam, lebih baik sekarang kita mulai curiga ada dua kemungkinan, Covid-19 atau DBD," jelas dia.

Sehingga mulai sekarang, Erwin memastikan Dinkes Jatim akan berbagi perhatian. Bukan hanya Covid-19 yang tetap perlu perhatian, tapi masyarakat juga perlu berbagi perhatian.

"Contohnya, kalau ada demam. Manifestasi Demam Berdarah itu lebih banyak demam. Maka kita jangan hanya memikirkan kemungkinan Covid-19," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.