selalu.id – Memperingati Hari Kartini, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, menekankan pentingnya perlindungan terhadap kesehatan mental perempuan di tengah tekanan sosial dan budaya patriarki yang masih kuat.
Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
“Masalah gender bukan hanya soal kesetaraan. Banyak perempuan mengalami tekanan psikologis akibat ekspektasi sosial yang tinggi, dan ini seringkali luput dari perhatian,” ujar Ajeng, Senin (21/4/2025).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini menilai, pemerintah kota perlu menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada perempuan, termasuk dalam aspek kesehatan mental.
Ajeng mengungkapkan, saat ini DPRD tengah memproses dua regulasi penting, yakni Perda Inisiatif Perempuan dan Raperda Kesehatan Ibu dan Anak. Ia berharap kedua regulasi tersebut mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi perempuan, baik dari sisi fisik, mental, hingga hak reproduksi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
“Perempuan punya kebutuhan khusus secara biologis. Edukasi soal menstruasi, kesehatan reproduksi, hingga perlindungan ibu perlu dijamin lewat kebijakan dan fasilitas yang konkret,” tambahnya.
Baca juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Ajeng juga menegaskan harapannya agar Surabaya bisa menjadi kota percontohan dalam mewujudkan lingkungan yang ramah perempuan.
“Kuncinya adalah memastikan perda benar-benar diterapkan dan dirasakan manfaatnya. Surabaya harus jadi kota terdepan dalam perlindungan dan pemberdayaan perempuan,” tegasnya.
Editor : Ading