selalu.id - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menggelar diskusi terkait mega proyek reklamasi dengan mengundang perwakilan Masyarakat Pesisir Surabaya, Kamis (10/10/2024). Diketahui, diskusi tersebut digelar secara tertutup dari pihak lain, termasuk jurnalis.
Guna menindaklanjuti surat dari Forum Masyarakat Pesisir Kota Surabaya pada Selasa (10/9/2024) lalu, pihak kampus Institut Teknik Sepuluh November (ITS) menggelar diskusi tertutup bersama pimpinan dan tim ITS di ruang VIP kantin kampus ITS Surabaya pada Kamis (10/10/2024) siang.
Meski begitu, dalam agenda tersebut, pihak kampus ITS hanya membatasi sebanyak 15 orang dari perwakilan Forum Masyarakat Pesisir Kota Surabaya. Sementara didalam ruangan VIP yang berisi sekitar 25 orang tersebut, diduga ada pembahasan atau diskusi hal penting yang sifatnya tertutup.
Bahkan, saat beberapa awak media pun yang hendak melakukan peliputan acara tersebut, harus terkendala oleh beberapa petugas keamanan yang berjaga di depan pintu ruangan VIP tersebut. Sementara, salah seorang panitia bernama Putri mengatakan bahwa pihaknya melakukan agenda ini secara tertutup.
"Maaf mas, mas-masnya ini dari pihak mana ya ? Karena kami tidak mengundang media dalam forum ini," Ungkap wanita berkerudung ini saat menjumpai awak media didepan ruangan VIP Kantin Kampus ITS, Surabaya, Kamis (10/10/2024) siang.
Sekadar diketahui, Forum Masyarakat Pesisir Kota Surabaya ini terbentuk atas adanya polemik pembangunan mega proyek reklamasi Surabaya Waterfron Land (SWL) yang notabenenya merupakan Proyek Strategis Negara (PSN).
Sejauh ini, Forum Masyarakat Pesisir Kota Surabaya tengah menolak adanya pembangunan mega proyek tersebut. Meski terbilang keinginan masyarakat pesisir mustahil untuk terealisasi, namun upaya dan perjuangan para masyarakat pesisir ini tak henti-hentinya.
Baca juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian
Editor : Ading