Surabaya (selalu.id) - Melanjutkan statmen usulan tim yang akan membantu kinerja Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto mengimbau agar perubahan susunan di Pemerintah Kota Surabaya tidak terlalu frontal. Hal ini terkait informasi adanya mutasi atau rotasi di ligkungan Pemerintah Kota Surabaya dalam waktu dekat. Peleburan OPD yang rencananya dilakukan pada awal tahun secara otomatis akan merombak susunan pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya.
Menyikapi hal ini, Andri menilai adalah hal wajar untuk setiap pemimpin membangun timnya sendiri sesuai dengan visi, misi dan selera pemimpin tersebut.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Soal mutasi, promosi, itu kan rutin saja. Rutin tapi kemudian ada pemimpin baru itu emang biasanya akan membangun tim baru. Tim baru itu lah yang jadi kekuatan birokrasi utama yang akan bekerja dipimpinannya," ujar Andri saat dikonfirmasi selalu.id pada Jumat (17/12/2021).
Andri juga mengingatkan Wali Kota Eri agar tidak merombak secara frontal, hal ini mengingat banyak pekerjaan di Pemerintah Kota Surabaya yang tidak boleh tertunda. Dengan masuknya personel baru, secara otomatis akan ada penyesuaian dan memperlambat kinerja Pemkot itu sendiri meskipun hanya beberapa waktu.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Syukur-syukur tidak terlalu frontal, tidak terlalu merubah semua," pintanya.
Perubahan total dalam jabatan-jabatan strategis, lanjut Andri, akan membuat lambat roda pemerintahan lantaran harus memulai dari awal, baik terkait kinerja maupun hubungan antar personal. Seperti me-restart sebuah komputer.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Tidak terlalu merubah semua. Sehingga tidak akan lemah, ngulang dari awal," imbuhnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi