Surabaya (selalu.id) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperimgatkan adanya fenomena pasang air laut maksimum yang dapat menyebabkan banjir rob, di kawasan pesisir pantai Jawa Timur.
"Banjir rob itu terjadi tanggal 17-22 Desember, ketinggian bisa mencapai 130-140 cm dari permukaan laut," kata Kepala Stasiun Maritim Tanjung Perak Surabaya, Daryatno, keterangan tertulisnya pada Kamis (16/12/2021).
Baca juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga
Ia menyampaikan, bahwa banjir rob itu terjadi di dua wilayah pesisir yaitu, daerah pelabuhan surabaya dan pesisir Kalianget serta Pemekasan.
"Di daerah pelabuhan Surabaya akan terjadi pukul 21.00 - 24.00 WIB. Sedangkan pesisir Kalianget dan Pemekasan terjadi akan pukul 21.00-23.00 WIB,"terangnya.
Baca juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon
Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa pasang air maksimum atau banjir rob itu terjadi saat fase bulan purnama atau full moon/spring tide yang mempengaruhi pasang air surut pada bulan Desember.
"Hal ini berdampak dengan muncul genangan air yang dapat menganggu sekitar pelabuhan dan pesisir,"jelasnya.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang
Tak hanya itu,aktifitas petani garam dan dan perikanan darat, serta bongkar muat di pelabuhan juga berdampak.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak banjir rob serta memperhatikan update infomasi cuaca maritim dari BMKG. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi