selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berencana memberikan bantuan pendidikan terhadap anak almarhum Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tempat pemungutan suara (TPS) 42, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, bernama Joko Budiono.
Eri Cahyadi mengatakan, tiga anak almarhum Ketua KPPS tersebut mendapatkan bantuan melalui program yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya.
"Nanti anak-anaknya kami masukkan ke program beasiswa," kata Eri, Minggu (25/2/2024).
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
Ia menyampaikan salah satu anak almarhum berkuliah universitas swasta di Kota Surabaya yang tak memiliki kerja sama Program Beasiswa Pemuda Tangguh, maka bantuan pendidikannya diberikan melalui cara lain.
"Nanti bisa dapat, tetapi lewatnya mungkin Baznas Kota Surabaya atau lewat yang lain. Kami upayakan harus bisa mendapatkan beasiswa," ucapnya.
Kata dia, Pemkot Surabaya juga mempersiapkan intervensi untuk istri almarhum Joko Budiono adalah program pemberdayaan ekonomi.
Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
"Ketika suaminya meninggal, maka istrinya kami beri pekerjaan yang cocok, seperti jahit atau lainnya," ujarnya.
Tak hanya itu, Eri menerangkan bahwa seluruh KPPS merupakan pejuang demokrasi, pemerintah harus turun tangan menjamin kesejahteraan keluarganya.
"KPPS yang meninggal, maka kami harus dukung keluarganya, termasuk anaknya," katanya.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Sekedar diketahui, almarhum Ketua KPPS TPS 42 Kelurahan Ngagel Rejo Joko Budiono meninggal pada Jumat (16/2/2024). Setelah tak sadarkan diri saat bertugas pada hari pemungutan suara, Rabu (14/2/2024) lalu.
Setelah tak sadarkan diri, almarhum juga menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya. Jenazah warga Krukah Utara, Surabaya itu pun dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.
Editor : Arif Ardianto