selalu.id - Kementerian Sosial RI terus berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang berada pada garis kemiskinan.
Kali ini Kemensos bersama Yayasan Mojopahait Jatim hadir di kawasan Balong Cangkring Kota Mojokerto, Jawa Timur, untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, baik kesehatan fisik, mata dan telinga. Program tersebut diikuti oleh 1.501 orang terdiri dari 926 anak dan 575 dewasa.
Selain itu, Kemensos juga memberikan edukasi kepada masyarakat Balong Cangkring yang dulu dikenal sebagai kawasan prostitusi.
"Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ibu Mensos dan menggandeng Yayasan Mojopahit Jatim. Saya lihat dari berbagai kegiatan serupa, kali ini pesertanya paling banyak," ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Pepen Nazaruddin pada Jum'at, (29/12).
Pepen juga menambahkan, kegiatan tersebut akan terus berlanjut. Berdasarkan masukan dari masyarakat, layanan terhadap lansia dan bedah rumah juga akan terus berlanjut.
Ditemui di lokasi, Sukiat (68) warga Dusun Balong Cangkring 2 yang baru saja mendapat kacamata gratis mengucap syukur atas bantuan dari Mensos Risma. "Alhamdulillah ada bantuan pemeriksaan mata dan kacamata gratis dari Bu Menteri Sosial, Bu Risma. Saya bersyukur," kata Sukiat.
Sukiat menuturkan banyak warga yang ikut pemeriksaan kesehatan gratis ini. Selain itu juga ada bantuan nutrisi bagi anak-anak. "Bantuan ini dari Kemensos," katanya.
Ia berharap ada juga bantuan sembako yang bisa diberikan kepada warga yang membutuhan, juga bantuan bedah rumah mengingat banyak rumah tidak layak di wilayahnya.
Rangkaian kegiatan baksos tersebut juga mendapatkan dukungan dari Pemkot Mojokerto. Tenaga kesehatan yang terlibat dari Pemkot Mojokerto berasal dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan RSUD Kota Mojokerto.
Kegiatan baksos ini juga menggandeng Ikatan Profesi Optometris Indonesia untuk pemeriksaan refraksi mata dan Kasoem.
Dalam baksos tersebut juga dilakukan pemberian bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak sebanyak 926 paket dengan masing-masing paket senilai Rp 400.000,- dengan total nilai bantuan Rp 370.000.000.
Baca juga: Kisah Sukses Made Suliati, Penerima PKH di Bali dengan Berdagang Canang
Editor : Ading