Surabaya - Wisata Ranu Manduro yang lagi hangat diperbincangkan masyarakat menjadi incaran wisatawan untuk mencicipi lanskap indah bak di luar negeri.
Berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Ranu Manduro merupakan bekas tambang galian C yang membentuk view indah dengan hamparan rerumputan hijau membentang luas dan diperindah background perbukitan serta Gunung Penanggungan.
Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit
Untuk menuju wisata ini cukup mudah karena sudah tersedia di Google Maps, masyarakat sekitar pun sudah mengenal lokasi ini sejak sekitar tahun 2017.
Perjalanan dari Surabaya ke arah selatan (Gempol) dengan jarak sekitar 50 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit.
Jika dari Kota Mojokerto, sekitar 48 menit menuju lokasi. Kita tinggal mengarahkan perjalanan menuju ke balai desa. Sesampainya di balai desa, kita tinggal masuk ke sebuah gang yang bersebelahan dengan minimarket Alfamart dan balai desa. Ranu Manduro tak jauh dari sana.
Di wisata Ranu Manduro tersebut kita bisa mengambil gambar atau berswa foto (selfie) karena semua spotnya instagramable.
Adjeng, salah seorang warga Ngoro membenarkan lokasi Ranu Manduro berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya
“Iya benar itu di Ngoro, Mojokerto, itu dulu bekas tambang galian katanya, namun sekarang sudah tidak ada aktifitas lagi,” tuturnya.
Untuk dapat menikmati suasana keren atau pencahayaan yang bagus, sebaiknya mengunjungi Ranu Manduro pada pagi atau sore hari, terlebih usai hujan, karena pemandangan akan terlihat menyegarkan.
Lokasi Ranu Manduro ini berada tepat di bawah kaki gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Baca juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG
“Sebenarnya lokasi ini sudah lama ada, tapi tidak seperti ini, mungkin karena musim hujan jadi lokasi yang dulunya tambang kini menjadi subur dan di penuhi rerumputan,” jelasnya.
Sumber foto: Instagram kabarmojokerto
Editor : Redaksi