Surabaya Darurat Narkoba, Ini Langkah Wali Kota Eri Cahyadi

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan beberapa upaya untuk memberantas dan mencegah peredaran serta penggunaan narkoba di Kota Pahlawan.

Eri menjelaskan beberapa upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Surabaya untuk memberi intervensi mitigasi dan preventif khususnya pada wilayah-wilayah yang dinyatakan sebagai zona merah atau berstatus bahaya narkoba. Diketahui BNNK Surabaya mencatat sebanyak 24 kelurahan di Surabaya dinyatakan darurat narkoba dengan ketegori status 'Bahaya'.

Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Upaya yang dilakukan kerjasama dengan BNN, tapi memang kita sudah tahu sendiri ada wilayah yang di sekitar Surabaya itu memang wilayah yang seperti itu lah (terkenal peredaran narkoba,red)," kata Eri, kepada selalu.id, Jumat (8/9/2023).

Eri menjelaskan salah satu upayanya adalah menggerakkan kegiatan-kegiatan yang ada di Balai RW. Dengan begitu, masyarakat terhindar dari hal-hal negatif dan bahaya narkoba.

"Balai RW difungsikan maka pergerakan peredaran (narkoba) gak mungkin bisa berjalan. Karena setiap balai RW gerak, setiap wargane guyub, RTnya juga gerak. Jadi, tidak akan ada hal-hal yang seperti itu. Itu yang kita lakukan sebenernya," ungkap Eri.

Terkait sosialisasi, Eri menerangkan bahwa Pemkot sudah mempunyai satgas-satgas di setiap kampung. Namun, agar lebih maksimal dirinya ingin menguatkan kegiatan masyarakat di Balai RW.

Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

"Misalnya kawasan Perda rokok, gak boleh rokok sembarangan. Jadi jaga sekampung dengan perda itu. Jadi, rasa empati itu yang kita munculkan, menyelesaikan masalah tidak dilakukan dengan gebyar ataupun melalui satgas-satgas," jelasnya.

"Kita menggungahh masyarakat untuk punya rasa empati dan itu dimunculkan dari kegiatan-kegiatan di balai RW dulu. Ketika kegiatan di balai RW itu bergerak, maka empati iku akan muncul dan akan menjaga lingkungannya dari sampah, narkoba, dari semuanya. Dari kegiatan yang negatif. Maka itu yang dilakukan," imbuhnya.

Terlebih lagi BNNK menyebutkan wilayah Surabaya yang darurat narkoba rata-rata berasal dari masyarakat kelas kebawah yang lingkungannya dekat dengan tempat hiburan malam. Bahkan, banyak anak-anak maupun pelajar yang terlibat pengedar maupun narkoba. Menanggapi hal ini, Eri menjelaskan bahwa Pemkot sudah melakukan upaya melalui Puspaga yang mulai aktif di setiap Balai RW. Sehingga, bisa juga menjadi pusat pendidikan keluarga.

Baca juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Melalui Puspaga kita sampaikan kepada orang tua jangan sampai anak-anaknya berkegiatan negatif, seperti ikut geng motor. Jangan sampai terpapar ganja dan narkoba. Jadi, salah satunya kenapa saya gerakan Balai RW dengan Puspaga itu sebernya harus menjaga dulu," tegasnya.

Lebih lanjut Eri juga menerangkan bahwa Kapolrestabes juga melakukan upaya pencegahan narkoba tersebut. Dengan menjaga kampung disetiap pos-pos kampling dengan bekerjsama dengan RT/RW.

"Pak Kapolrestabes juga sudah menggerakkan jajarannya untuk menjaga kampung-kampung yang berstatus bahaya pencurian sehingga di sana ada penjagaan terkait narkoba," pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru