Lima Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Tewas Tersangkut Ranting di Pantai Modung Bangkalan

Reporter : Ade Resty
Nelayan ditemukan tewas di ranting-ranting pohon

selalu.id - Seorang nelayan ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tersangkut di ranting-ranting pohon di dekat bibir pantai pasir putih Modung, Bangkalan, Madura, Rabu (6/9/2023).

Nelayan berisinial M (50) warga Bangkalan tersebut sebelumnya dinyatakan hilang sejak lima hari yang lalu. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, Haris Supardi mengatakan bahwa tim SAR berhasil menemukan korban dengan jarak kurang lebih 2.54 NM atau 4.7km dari titik duga lokasi kejadian, sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca juga: Tampang Gondrong Lora Bangkalan Tersangka Kekerasan Seksual yang Kini Kasusnya Sudah P21

“Dengan bantuan pencarian drone oleh APDI Jatim, jenazah korban ditemukan diantara ranting-ranting pohon yang ada di bibir pantai Modung” kata Haris.

Tim pun telah mengevakuasi jenazah korban dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Haris menjelaskan awal kejadian tim siaga Basarnas Surabaya mendapatkan laporan hilangnya korban M yang diduga terseret arus di Pantai Modung Bangkalan pada Jumat (1/9).

Baca juga: Program MBG Sasar Bangkalan: Perkuat SDM dan Gerakkan Ekonomi Lokal

"M terakhir terlihat saat berpamitan dengan keluarga untuk mencari ikan dengan membawa jaring tebar," jelasnya.

Keluarga korban melaporkan hilangnya M karena ia tak kunjung kembali dan hanya ditemukan jaringnya yang sudah ditebar di Pantai Modung.

Baca juga: Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

Basarnas Surabaya kemudian mengerahkan satu tim rescue Unit Siaga SAR Sumenep dengan membawa 1 unit perahu karet dan mopel untuk melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan.

Diketahui unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Unit Siaga SAR Sumenep, BPBD Bangkalan, Polair Polres Sumenep, Polsek Modung, Koramil Modung, Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Jatim, keluarga korban, serta nelayan sekitar.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru