Selalu.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan tanda-tanda kegawatan, pasalnya hari ini erupsi terjadi sebanyak hingga enam kali, Jumat (23/6/2023). Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi itu mengeluarkan awan panas mengarah ke Besuk Kobokan.
Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Lumajang Kustari Sumardi mengatakan bahwa erupsi beramplitudo 14-22 mm dan berdurasi selama 48-100 detik.
Baca juga: 395 Warga Beserta Harta Benda yang Terdampak Banjir Lahar Dingin Semeru Dievakuasi
"Teramati 6 kali letusan dengan tinggi 300-600 m dan warna asap putih dan kelabu," kata Kustari, melalui laporannya, kepada selalu.id.
Dalam pengamatan laporan sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga siang 12.00 WIB, Kustari menyampaikan bahwa erupsi Gunung Semeru terlihat jelas dengan kabut 0-II.
"Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 100-300 m di atas puncak kawah," jelasnya.
Baca juga: Gunung Semeru 5 Kali Erupsi Beruntun, Kolom Abu Tergantung Hingga 1000 Meter
Dari letusan erupsi itu, Gunung Semeru dinyatakan berada di level tiga atau siaga. Meski begitu, Kustari menegaskan pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas apapun di sektor Tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
" Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tegasnya.
Baca juga: Debu Semeru Tutupi Jembatan Besuk Kobokan, Polri Kerahkan Water Cannon untuk Pembersihan
Tak hanya itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,"tutupnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading