Terjadi Lagi, Kenalan di Medsos Siswi SMPN Surabaya Barat Diperkosa

Reporter : Ade Resty
Ilustrasi korban pemerkosaan

Selalu.id - Terjadi lagi kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP di Surabaya oleh pemuda yang baru perkenalan di media sosial.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Surabaya Imam Syafi'i mengatakan kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP ini masih hangat diperbincangkan yang sebelumnya kasus menimpa Dewi (nama samaran) dicekoki miras hingga hamil 5 bulan.

Kini, kasus sama menimpa Melati (nama samaran) berusia 13 tahun duduk di bangku kelas 1 SMPN di Surabaya Barat. Saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polda Jatim.

"Saya tadi kontak Polda Jatim, pelakunya belum tertangkap dan sedang disanggong (dalam kejaran, red). Mudah-mudahan segera tertangkap,"kata Imam, Rabu (3/5/2023).

Imam berharap polisi berusaha meringkus pelaku yang memerkosa siswi di bawah umur tersebut.

"Jika tertangkap, pelaku harus dijerat dengan pasal-pasal dengan ancaman hukuman paling berat," tegas Imam, anggota komisi A DPRD Surabaya.

Imam mengaku sebelumnya sudah bertemu dengan Melati dan kedua orang tuanya. Ia menceritakan bahwa pelaku berjumlah satu orang yang awalnya berkenalan dari Instagram.

"Pelaku satu orang, kenal dari Instagram, lalu di DM minta nomor WA akhirnya dikasih. Sejak itu mereka sering chatting sebagai teman," ujarnya.

Peristiwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat, kemarin. Lalu, Sabtu korban melaporkan ke Polda Jatim. Dalam keterangan korban, usai diperkosa dirinya di buang di pinggir jalan kawasan Margomulyo.

"Diturunkan (di Margomulyo) jam 20.00 WIB, pelaku juga merampas uang Rp 100 ribu milik korban. Ada orang di dekat situ pinjam telepon untuk telepon keluarganya dan bapaknya menjemput ke lokasi," tuturnya.

Sementara ini, Imam menyampaikan kasus ini sudah didengar oleh Pemkot Surabaya dengan koordinasi dengan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jatim.

"Kepala DP3A atas perintah Pak Wali sudah datang ke rumahnya dan koordinasi dengan PPA Polda Jatim. Korban Sudah hari Sabtu itu di RS Bhayangkara karena lapornya di Polda Jatim," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Surabaya, Ida Widayati pihaknya masih menunggu data lengkap dari Polda Jatim atas kasus yang menimpa Siswi SMPN Surabaya Barat itu, sehingga nantinya Pemkot akan bergerak langsung melakukan pendampingan terhadap korban.

"Besok kami baru dapat dari Polda Jatim
Setelah itu kami pendampingan dan intervensi yg lain," kata Ida, saat dikonfirmasi kepada awak media. (Ade/Adg)

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru