Selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) tengah menyiapkan modul keremajaan putri. Modul tersebut disiapkan sebagai salah satu pedoman bagi para tenaga pendidik maupun pelajar putri untuk sistem pembelajaran yang berbasis gender.
"Kalau pendidikan karakter terus kami berupaya. Tahun ajaran baru, kami menyiapkan modul untuk keremajaan putri. Jadi, tahun ajaran baru semua ada integrasinya," kata Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, Rabu (3/4/2023).
Menurutnya, melalui modul tersebut, para guru akan lebih mudah dan memiliki pedoman dalam menerapkan pendidikan kepada siswa perempuan termasuk para guru agama, guru PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) maupun guru IPA (Ilmu Pendidikan Alam).
"Semua harus tahu batasannya. Anak-anak juga menjadi tahu apa yang harus dilakukan. Mulai syariat, jilbab, mana yang muhrimnya, mereka juga paham. Sehingga bisa mengantisipasi ketidakpahaman. Saya sampaikan, itu diintegrasi, tapi layout kita yang bikin," paparnya.
Yusuf mengungkapkan modul khusus dalam ajaran agama pun yang diperkuat adalah pendidikan untuk anak perempuan atau putri. Nantinya, pendidikan keagamaan yang didapat mereka itu akan diintegrasikan dengan modul keremajaan putri.
"Di syariat agama pun yang diperkuat adalah pendidikan anak perempuan atau putri. Nanti akan diintegrasikan. Masalah tata krama di PPKN, masalah syariat di agama, kalau anatomi tubuh di IPA, kalau lingkungan di IPS. Begitu kan bisa, kami siapkan modulnya," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, jika sebagian guru atau tenaga pendidik di Kota Surabaya mungkin sudah menetapkan modul untuk keremajaan putri. Namun demikian, sebagian guru tentu diyakininya juga ada yang belum menerapkan.
"Sebagian teman-teman guru mungkin sudah menetapkan. Sebagian lainnya mungkin belum. Kami ingatkan melalui modul. Ini juga merupakan implementasi dari kurikulum Merdeka Belajar," pungkasnya. (Ade/Adg)
Baca juga: Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik
Editor : Ading