Selalu.id - Menjelang libur panjang Idul Fitri 1444H, Balai Yasa Surabaya Gubeng melakukan perawatan sebanyak 195 Kereta Api (KA) untuk mempersiapkan angkutan mudik lebaran 2023.
Vice President Balai Yasa Surabaya Gubeng, Muh Tri Setyawan mengatakan ratusan kereta khususnya 4 wilayah Daerah Operasi (Daop) yakni Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember.
"Perbaikan kita fokus pada dua jenis perawatan yakni perawatan dua tahunan dan perawatan empat tahunan. Juga ada 20 ganset yang kita rawat untuk persiapan untuk angkutan mudik lebaran," kata Muh Tri Setiawan saat ditemui, Rabu (5/4/2023).
Muh Tri Setiawan menyampaikan, perawatan maupun perbaiki ratusan kereta itu terdiri dari proses disassembly, perawatan komponen, dan proses assembly. Pihaknya pun menargetkan ratusan kereta selesai minggu ini.
"Semua jenis kareta, mulai ekonomi, bisnis, eksekutif semuanya kita rawat disini. Untuk empat daop binaan kami," ujarnya.
Nantinya sebelum dioperasikan, pihaknya akan melakukan proses final test yang terdiri dari pemantauan sistem pengkondisian udara, pengecekan sistem pengereman, dan uji kebocoran kereta.
"Nanti dimulainya (operasi) per tanggal 14 April, minggu ini dan semua kareta di Stasiun Gubeng bisa kita keluarkan untuk mendukung angkutan lebaran," jelasnya.
Dari ratusan kereta itu, lanjutnya, sebanyak 265 pegawai yang membantu memperbaiki perawatan kareta. Kemudian, pihaknya telah menyiapkan 9 titik posko dengan total 81 orang
"Jadi 9 titik akan ada 9 orang, mereka membantu melintas untuk mempersiapkan karetanya. Jadi teman- teman bantu secara teknis di lapangannya di 9 titik stasiun keberangkatan kita tempatkan personel kami," terangnya.
Sehingga nantinya puluhan pegawai itu bisa membantu kareta api jika ada gangguan perlintasan rel. "Personel kami misalkan ada troubel atau gangguan kami akan terjun langsung di lapangan untuk memperbaiki," tuturnya
Sejauh ini, kata dia, pihaknya fokus perbaikan kareta itu dengan mengembalikan fungsi awal. Misal, pergantian roda dua tahun diganti dan fungsi pelayanan.
"Perawatan disini rutin, jadi kalau semuanya sudah terentatif, ya jadi, kalau parah egak masuk tererantif, jadi masuk reaktif kalau ada kecelakaan tapi itu sangat jarang," pungkasnya. (Ade)
Editor : Ading