Selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa penyaluran zakat nantinya tidak lagi berupa pemberian bantuan. Namun, Pemkot Surabaya akan memberikan modal usaha.
Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya melalui Kemenag, Baznas maupun Laz se-Surabaya akan melakukan penyatuan data terhadap warga miskin untuk zakat modal usaha itu.
"Alhamdullilah kita punya kekuatan dan cara pandang yang sama. Maka kita akan menyatukan data, selanjutnya kita akan menjadikan mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (penyalur zakat),” kata Eri, Rabu (5/4/2023).
Dari data tersebut, Ia menilai akan mempermudah penyaluran zakat modal usaha. Modal usaha tersebut bisa berupa alat dagang, agar penerima manfaat bisa mandiri secara ekonomi.
“Jadi sampai akhir ramadan nanti Insya Allah penyatuan data dan prosedur cara kerja," ujarnya.
Nantinya setiap zakat, infaq, dan sedekah dari Kemenag, Baznas, dan Laz se-Surabaya akan dijadikan satu. Ia berharap, melalui zakat pemberdayaan ini, dalam waktu lima bulan, warga tersebut telah memiliki tabungan dan kemandirian ekonomi.
“Uangnya akan menjadi satu, ini disentuh pakai ini, ini disentuh pakai ini, pemerintah menyentuhnya pakai ini. Karena ketika kita beri pekerjaan, tidak langsung menghasilkan untuk makan. Sehingga bantuan itu harus diberikan agar dia tidak lapar dan sekolahnya tidak putus, maka diberikan bantuan 4-5 bulan,” ujarnya.
Di sisi lain, Eri mengaku dengan program zakat pemberi modal usaha ini menjadi bagian dalam pembangunan Kota Surabaya, yakni dalam proses pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
“Data kita (warga miskin) ada 75 ribu, kita akan petakan lagi dari Kemenag, Baznas, dan Laz. Lalu kita masukkan untuk berbagi. Kekuatan kita ini adalah satu data ini, setelah itu kita terjun bersama-sama. Serta menambah kepercayaan pemberi zakat, bahwa kami memiliki laporan penyaluran zakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Surabaya, Mohammad Yahya menyampaikan terdapat 45 Laz yang akan membantu memberikan zakat melalui modal usaha.
“Kemenag sangat mendukung Pemkot Surabaya. Sebab, tupoksi kami juga berupaya menjadikan orang yang awalnya menerima zakat tapi kemudian bisa menjadi orang yang memberikan zakat,” kata Yahya.
Ia menilai bahwa program pengentasan kemiskinan yang dipaparkan Wali Kota Eri bisa menyasar warga miskin yang membutuhkan.
“Program ini sejalan dengan program pemkot dalam mengentaskan kemiskinan karena Pak Wali punya data se-surabaya. Jadi nanti jelas sasarannya mana yang digarap, biar tidak satu NIK menerima beberapa zakat. Mudah-mudahan niat baik ini bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (Ade/Adg)
Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Editor : Ading