Selalu.id - Bulan suci Ramadan, selalu identik dengan kuliner dan barang-barang baru. Siapa sangka, jika dua ciri khas itu membuat Surabaya tiap Ramadan overload atau kelebihan sampah.
Sebelumnya pun diketahui bahwa Pemkot Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) dilarang nyampah. Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menyebutkan alasan itu karena seringnya meningkatnya sampah setiap bulan puasa.
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan bahwa biasanya di bulan suci Ramadan sampah-sampah meningkat naik hingga 100-200 ton dari hari-hari biasanya. Bahkan, mendekati hari Lebaran bisa mencapai 500 ton.
"Terus terang pas Ramadan sampah naik 100-200 ton. Setiap hari normalnya 1500-1600 (ton), pas (bulan) puasa pasti lebih. Apalagi, pas mau hari Raya (Ied Fitr, red) kenaikan bisa sampai 400-500 ton perhari," kata Hebi, Minggu (19/3/2022).
Hebi pun heran bahwa seharusnya di bulan Ramadan sampah-sampah menurun, sebab orang-orang menunaikan ibadah puasa. Ia pun menilai, penyebab sampah membludak karena salah satu faktornya ibu rumah tangga memasak yang terlalu banyak. Dan terlalu banyak kegiatan kuliner yang menyisakan sampah.
"Karena ibu-ibu ingin spesial (di bulan puasa, red) sehingga masak over dan menimbulkan sampah yang luar biasa banyak," ujarnya.
Sebab itu, pihaknya membuat SE dan menyebarkan ke Lurah dan Camat untuk mensosialisasikan tentang aturan larangan sampah Ramadhan. SE tersebut bernomor 500.9.14.2/6277/436.7.10/2023 yang telah di terbitkan pada 15 Marer 2023
"Paling gak disosialisasikan ke warga, masak ojok akeh-akeh (jangan banyak-banyak, red), "tuturnya.
Tak hanya itu, Hebi menghimbau untuk para pedagang takjil jangan menggunakan plastik. apalagi, minuman yang gelas ataupun botol plastik. Sebisa mungkin makan ditempat dan tidak membuang sampah sembarangan.
"Sebisa mungkin makan itu habis jangan kalau gaenak dibuang, ini nyampah namanya," tegasnya
Apalagi di saat membagi-bagi takjil, ia menghimbau untuk menggunakan wadah tidak menggunakan plastik. "Pas bagi takjil itu loh (banyak pakai plastik, red). Jadi mohon ibu-ibu secukupnya kalau masak dan harus sampai habis. Kalau bisa pakai wadah yang bisa dipakai berulang-ulang," terangnya.
Lebih lanjut Hebi menambahkan, Pemkot Surabaya sebelumnya telah membuat
Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya telah diterbitkan pada 9 Maret 2022 lalu.
Perwali tersebut pihaknya bersosialisasi dan berlaku kepada pelaku usaha, Hebi berharap pelaku usaha bisa menghimbau para pedagang-pedagan kaki lima untuk tidak menggunakan plastik
"Cuma kita belum sampai ke masyarakat bawah. Karena tim sosialisasi evaluasi ini kuran memadai harusnya ndak cuma DLH. Tapi, Kelurahan, Kecamatan, RT, RW," jelasnya.
"Perwali sudah kita sebarkan ke pelaku usaha, bareng-bareng lah menghimbau. Syukur-syukur ada launching Ramadan tanpa sampah," pungkasnya. (Ade/Adg)
Baca juga: Empat Jam Surabaya Dilanda Hujan, 8 Pohon Tumbang
Editor : Ading