Selalu.id - Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) termasuk dalam salah satu dari list enam venue yang dipilih untuk penyelenggaran Piala Dunia U-20 di bulan Mei mendatang, berbagai persiapan dilakukan seperti melengkapi sarana prasarana dan perbaikan fasilitas agar sesuai standar FIFA.
GBT pun mendapat beberapa catatan kekurangan minor dari asesmen yang dilakukan FIFA, sehingga pihak Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) melakukan upaya pengerjaan dan perbaikan sejumlah kekurangan minor yang menjadi catatan asesmen FIFA.
Baca juga: Ada Aksi Vandalisme di Stadion GBT Surabaya, Begini Tanggapan Eri
Kepala Disbudporapar Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan pihaknya terus mengerjakan dan menargetkan rampung sebelum tenggat waktu asesmen final.
"Insyaallah kalau tidak berubah tanggal 26 Maret 2023, harapannya Surabaya sudah selesai (perbaikan kekurangan GBT, red) yakni sebelum asesmen final," kata Wiwiek, Selasa (13/3/2023).
Wiwiek menjelaskan sejumlah kekurangan minor yang akan di renovasi salah satunya yakni di area kawsan parkir GBT. Ia menyebut bahwa saat ini dalam tahap pengerjaan.
"Hampir minor semua catatan kemarin. Kami coba selesaikan parkir sisi utara GBT atau selatan lapangan ABC. Itu coba kami selesaikan pada Maret ini mudah-mudahan," ucapnya.
Wiwiek menargetkan pengerjaan pada sektor-sektor yang memiliki kekurangan minor dapat dirampungkan pada akhir Maret agar dapat menampung antisuasme masyarakat yang ingin menyaksikan kejuaraan Piala Dunia U-20, pada 20 Mei sampai 11 Juni 2023.
Baca juga: Bima Sakti Minta Dukungan Masyarakat di Laga Terakhir Timnas Indonesia di Grup A Piala Dunia-U17
Di sisi lain, Pemkot Surabaya masih menunggu pelaksanaan teknis perihal penerapan metode penyulaman rumput Stadion GBT. Wiwiek menyebut, saat ini penyulaman dilakukan secara bergantian di seluruh stadion venue Piala Dunia U-20 tahun 2023 ini.
Keenam lokasi venue tersebut yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion Si Jalak Harupat (Bandung).
"Secara teknis saya belum mengetahui, alatnya sudah ada di Indoensia tetapi itu nanti bergantian di masing-masing venue dan yang mengerjakan PUPR," katanya.
Wiwiek menambahkan pengerjaan skala besar sepenuhnya berada di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Baca juga: Pembukaan Piala Dunia U-17 Sukses, Warga Surabaya Bangga
"Kami bersama stakeholder berupaya memenuhi rekomendasi FIFA," ujar dia.
Lebih lanjut Wiwiek menambahkan, nantinya ada tiga lokasi lapangan di Surabaya yang diperuntukkan untuk mengggelar sesi latihan tim peserta Piala Dunia U-20 di Surabaya, yakni Stadion Gelora Sepuluh Nopember, Lapangan Thor, dan Lapangan ABC.
Khusus Lapangan ABC di komplek Stadion GBT, hanya sektor A dan C saja yang akan digunakan sebagai lokasi latihan, sedangkan sektor B bakal difungsikan sebagai partisi atau penyekat.
"Kami memakai A dan C, supaya tidak terlalu dekat. Setiap tim punya strategi masing-masing jadi kami kasih privasi ke mereka," pungkasnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading