selalu.id - Komisi D Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengapresiasi rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar pemecahan Rekor Muri Menari Remo Massal Pelajar pada Minggu, (18/12/2022) mendatang. Namun sekaligus mengkritisi lantaran persiapan yang dirasa kurang matang
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengaku mengapresiasi penggelaran tari Remo massal yang dianggap sebagai langkah melestarikan kebudayaan.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang
"Melestarikan budaya itu menjadi pilar yang kuat. Bagaimana identitas bangsa ini, Surabaya tentunya patut kita lestarikan kita banggakan,"kata Khusnul, saat dihubungi selalu.id Rabu (15/12/2022).
Meski begitu, menurutnya persiapan penggelaran rekor muri itu masih kurang matang. Pasalnya, banyak keluhan dari masyarakat yang kesulitan mencari kostum untuk anaknya yang mengikuti tari Remo tersebut.
"Kami melihat banyak keluhan dari wali murid yang kesulitan, yakni mencari kostum untuk putra-putrinya,"ujarnya.
Bahkan, Khusnul mengaku banyak wali murid mengirim pesan WhatsApp kepada dirinya terkait kesulitan mencari selendang merah, gelang kaki, dan lain-lain.
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
Sebab itu, Ia meminta Pemkot Surabaya lebih memperhatikan persiapan saat menggelar hajat besar.
"Termasuk kostumnya, kemudian aksesoris apalagi kesulitan dari selendang warna merah, karena persewaan perlengkapan tari Remo juga terbatas,"ungkapnya.
Jika disiapkan lebih matang, lanjut Khusnul, tentu tidak akan menimbulkan kesulitan dalam hal ini orangtua murid untuk mencari perlengkapan remo.
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
"Yang terpenting jangan sampai merepotkan anak-anak, Wali Murid,"jelasnya.
Lebih lanjut Khusnul menambahkan, saat ini Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait masalah wali murid mencari Kostum untuk Rekor Muri Nari Remo.
"Alhamdulillah sudah mendapatkan solusi sebagai surat edaran Dispendik yang sudah diterima kepala sekolah,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi