selalu.id - Direktur RSUD dr Soewandhi mengakui adanya kelemahan administrasi rekam medis yang membuat Wali Kota Surabaya marah lantaran dianggap menelantarkan pasien.
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan pihaknya mempunyai kelemahan terkait Elektronik Rekam Medis (ERM) Sehingga, sering menyebabkan keterlambatan.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Memang kelemahan kita itu di ERM, mestinya sudah E (Elektronik atau digital)tapi kita belum sampai kesitu (masih manual). Jadi, status tadi itu namanya rekam medis. Itu keterlambatan itu macam-macam penyebabnya," kata dr Billy, kepada awak media, Senin (28/11/2022).
Sehingga, pelayanan manual tersebut menyebabkan antrean pasien luput karena berkas rekam medisnya terselip. dr Billy menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki masalah tersebut.
"Kalau jalan keluarnya sudah tau. Kita akan siapkan status baru, dengan catatan medis sudah di ERM dia. Nanti akan kita bikin,"jelasnya.
"Aku tuh sudah tahu pasien besok itu berapa, aku sudah tahu. Yang dimaksud Pak Eri, hari ini tak siapkan statusnya, berkasnya sudah tak siapkan,"lanjutnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Billy menyebut, sebanyak 15 tenaga dokter yang ada di RS Soewandhie. Pihaknya pun telah mengevaluasi terhitung 60 persen pasien tidak datang.
"Kita evaluasi. Pak Eri kan bilang seminggu (diperbaiki) besok, hari ini kita siapkan,"jelasnya.
Lebih lanjut dr Billy menjelaskan, laporan seorang ibu terhadap Wali Kota Eri yang datang pagi hingga siang dilayani. Karena ibu tersebut kelamaan datang.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
RSUD dr Soewandhi, lanjut Billy, berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan antrean pasien. Sehingga, pasien datang harus sesuai jadwal dan diberikan pelayanan 7 menit.
"Dia antreannya ga boleh lebih dari 7 menit. Problemnya itu kan kita mesti tahu harusnya. Pasien yang datang terlambat, kita juga harus menghukum pasien dengan memundurkan dia,Kadang hal seperti itu tidak terungkapkan," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi