Marak Kasus Bunuh Diri Karena Pinjol di Surabaya, Ini Langkah Wali Kota Eri

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyarankan warganya untuk membuat usaha bersama Pemkot daripada meminjam ke Pinjaman Online (Pinjol). Hal itu dikarenakan banyak warganya yang memutuskan bunuh diri akibat terlilit pinjol.

Eri mengatakan, daripada meminjam pinjol lebih baik ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR), kemudian membuka usaha atau bersama Pemkot Surabaya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Bukan karena tertekan, tapi stres karena (hutangnya) tidak tertangani. Pinjam pinjol sendiri, ditagih habis gitu minta dibayari. Kalau ada seperti itu ke BPR lah atau Bank pasti di bantu, terus (buat) usaha,"kata Eri, Selasa (25/10/2022).

Eri menjelaskan, banyak warganya yang berhasil membuat usaha atau bekerja melalui program Pemkot Surabaya. Misal, seperti Viaduct Gubeng, paving, menjahit.

"Ayo berusaha, gak usaha tapi ngenteni duit gede (tungguin duit besar) yang gak mungkin dari langit jatuh duit, saya juga sulit mengubah mindset ini. Tidak mudah. Tetap saya lakukan,"ujarnya.

Eri menambahkan, bahwa Pemkot Surabaya mengeluarkan APBD sebanyak Rp 3 triliun untuk digunakan usaha oleh pelaku UMKM. Eri menyebut, hal ini bisa membantu warga Surabaya untuk membangun usaha.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Terlebih lagi, Pemkot bisa meminjamkan Rp 2 juta untuk pelaku UMKM yang ingin membuat usaha.

"Saya pernah di WA, pak saya punya pinjol, saya diluar negeri, yo ngerti pinjol mahal, Ia bilang biar cepat. Padahal UMKM itu ada pinjaman 2 juta iniloh bisa dibuat usaha, 6 persen sampai setahun. Padahal pinjol seminggu bisa 100 ribu, kok gitu gelem ,"ungkapnya.

Lebih lanjut Eri meminta kepada warga Surabaya, apabila tertekan masalah uang, pingin usaha bisa melalui program Pemkot Surabaya melalui kelurahan.

Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Kalau dia tertekan uang, untuk menutupi itu ya usaha, ojok (jangan) pinjam online terus,"katanya.

Ia pun menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pembinaan kesehatan mental di setiap kelurahan. Namun, terkait mental seseorang Pemkot Surabaya tak bisa membantu sepenuhnya.

"Semuanya tidak bisa dibebankan ke pemerintah kepada satu orang atau dua orang. Kembali lagi ke mental kita sendiri, kalau kita ini gak mau berubah, mindset kita (tetap) diajari usaha tapi gak mau,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru