selalu.id - Wacana Pilkada tidak langung kembali mencuat usai rapat pimpinan MPR dan Dewan pertimbangan presiden, Senin (10/10/2022) lalu. Sejumlah Kepala Daerah pun menanggapi isu tersebut, termasuk Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa dirinya ingin pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh Presiden.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
"Saya pribadi yang malah ingin mengatakan kalau bisa Presiden pilihannya langsung. Gubernur, Walikota, dipilih Presiden,"ungkap Eri, saat ditemui selalu.id, Kamis (12/10/2022).
Menurutnya, sejak menjabat Wali Kota Surabaya, Eri pernah melihat pertengkaran warganya gara-gara pilihan kepala daerah yang berbeda.
"Nelongso aku ketika ada acara saat membentuk Kader Surabaya Hebat. Masih ada yang bilang, pak itu jangan dipilih karena itu dulu lawannya bapak ikut sebelah, tidak timnya bapak," ujarnya menirukan salah satu warganya.
Eri mengaku, dirinya hanya ingin fokus untuk menciptakan kesejahteraan umat. Bukan hanya karena pemilihan wali kota membuat pertengkaran antar warga.
"Kalau sudah dipetakan seperti itu gara-gara pemilihan Wali kota akhirnya ada gegeran (bertengkar) kapan sejahterakan umat?"tanyanya.
Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
Dengan pemilihan langsung oleh Presiden, ia menyebut bisa menjadi satu garis untuk kepentingan masyarakat.
"Kalau toh sekarang enak kan kalau aturannya dibuat (seperti itu). Jadi satu garis dengan kepentingan umat,"lanjutnya.
Eri menyebut mengikhlaskan, apabila pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh presiden, bahkan jika harus melepas jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya.
"Kalau hari ini diputuskan dipilih presiden aku InsyaAllah ikhlas. Harus melepaskan jabatan saya saya ikhlas,"jelasnya.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
"Saya lebih cinta warga saya daripada mereka berantem engkel-engkelan,"lanjutnya.
Meskipun begitu, Eri berharap tidak hanya secara tidak langsung, namun pemilihan Pilkada Presiden langsung lebih baik.
"Jadi saya berharap tidak hanya secara tidak langsung. Enak ditunjuk langsung ae (aja),"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi