selalu.id - Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) menggelar kegiatan susur sungai di Surabaya.
Mereka menyusuri sungai tersebut selama tiga hari, mulai Senin (29/8/2022) dengan lokasi Wringinanom sampai Desa Bambe Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Kemudian, hari kedua Selasa (30/8/2022), dimulai dari Bambe sampai di Kelurahan Gunungsari Kota Surabaya.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Lalu hari ketiga, hingga Rabu (31/8/2022) dimulai dari Mlirip Mojokerto sampai Wringinanom Gresik.
Koordinator Kegiatan Susur Sungai Surabaya, Kholid Basyaiban mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kampanye terhadap seluruh masyarakat, pelaku industri, dan pemerintah.
"Ini untuk bersama-sama menjaga Kali Surabaya yang merupakan Das Brantas dari berbagai aktivitas sumber pencemaran, karena Kali Surabaya dijadikan sebagai bahan utama baku air PDAM di Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo"kata Kholid, Selasa (30/8/2022).
Kholid mengatakan, Ecoton juga melakukan kegiatan bersih-bersih di titik timbulan sampah yang terdapat Bantaran Sungai.
Ecoton juga melakukan Brand Audit yang bertujuan untuk mengetahui produsen sampah plastik yang paling banyak memberikan kontribusi sampahnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Selain menyusuri sungai, Ecoton juga lakukan penanaman puluhan bibit pohon serta pemasangan papan himbauan larangan membuang sampah di sepanjang aliran Kali Surabaya.
"Sekitar 1 truk sampah yang didominasi plastik jenis sachet, berhasil kami kumpukan dari kegiatan clean up di timbulan sampah tepatnya di desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kab. Gresik" jelasnya.
Lebih lanjut Kholid menyampaikan, di sungai Surabaya, Ecoton berhasil mengidentivikasi sekitar 334 bangunan liar, 154 timbulan sampah dan 305 pohon plastik.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Temuan itu saat menyusuri sungai Surabaya dari Kecamatan Wringinanom sampai Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik,"jelasnya.
Kholid pun menambahkan, pihaknya juga mengecek kualitas air di sungai-sungai tersebut. Untuk hasilnya, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium
"Untuk hasil uji kualitas air masih di cek laboratorium dulu,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi