selalu.id - Pemkot Surabaya berupaya menghilangkan bau sampah disekitar kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dengan menggunakan traetment khusus sampah di TPA Benowo dekat GBT.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, treatment tersebut menutup seluruh sampah dengan membran agar tidak terlihat mencolok dan menimbulkan bau.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..
Selain dengan membran, Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya juga rutin melakukan penyemprotan zat kimia untuk mengurangi bau.
"Saya ingin semuanya tertutup seluruhnya dengan membran. Kemudian menempatkan petugas DLH untuk mengawasi TPA Benowo dan memastikan penyemprotan zat kimia berjalan," kata Eri saat sidak ke TPA Benowo, Kamis (24/8/2022).
Nantinya, akan diawasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya secara berkala. Eri menyebut, DLH akan memastikan zat kimia pengurang rasa bau itu berjalan dengan lancar.
Supaya tidak bau, Eri memastikan, DLH Surabaya melakukan pengawasan treatment sampah di TPA Benowo secara ketat.
Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR
"Harusnya nggak bau. Lek sik mambu, yo berarti pengawasane sing kurang (kalau masih bau berarti pengawasannya kurang)," tegasnya.
Lebih lanjut Eri menjelaskan, treatment itu sudah menjadi bagian dari prosedur perjanjian pihak ketiga yang mengelola sampah TPA Benowo. Sehingga, DLH wajib melakukan pengawasan ketat agar hasilnya maksimal.
Tak hanya itu, Eri juga meminta DLH untuk menambah buffer zone berupa tanaman pohon bambu di sekitar TPA Benowo. Hal itu untuk mengurangi polusi udara serta zat kimia yang disemprotkan oleh pihak ketiga.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
Meskipun di TPA Benowo saat ini sudah ada buffer zone berupa pohon bambu. Namun, hal itu masih kurang, karena jaraknya yang terlalu renggang
Sebab itu, ia meminta pohon bambu itu ditanam di dalam bis beton dan dijajar di sepanjang area TPA Benowo.
"Sebenarnya sudah ada 5 pohon, tapi masih kurang. Saya inginnya 10 - 15 agar lebih rapet, jadi setiap bis beton itu penuh untuk menghalau baunya, sekaligus mengurangi polusi dan zat kimia yang disemprotkan. Tiga hari lagi saya ke sini untuk cek lagi," harapnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi