Pemkot Surabaya Ambil Sampel Air Sungai Kalisari yang Penuh Busa untuk Diuji Lab

Reporter : Ade Resty
Staf DLH Surabaya, Sapto Pamuji di Rumah Pompa Kejawan Putih Tambak

selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Surabaya mengambil sampel air di Kalisari Damen yang penuh busa untuk diuji di Laboratorium, Selasa (2/8/2022).

Staf DLH Surabaya, Sapto Pamuji mengatakan, busa-busa biasanya terjadi saat musim kemarau. Sehingga, terjadi normalisasi sungai turbulensi yang menyebabkan terjadinya busa tersebut.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Kandungan C02 nya cukup tinggi, analisa kami biasanya memang limbah rumah tangga, untuk bahaya belum bisa mengatakan. Kita menunggu hasil air di labnya,"ujarnya.

Sapto menjelaskan, hasil laboratorium tersebut dalam waktu 12 hari kerja. Namun untul saat ini PH dan kadar oksigen masih normal.

"Kalau untuk habitat ikan bisa hidup, kadar oksigen, masih normal masih kehidupan. Tidak berpengaruh sama kehidupan,"ujarnya.

Sapto menyampaikan, pihaknya sementara mematikan pompa air tersebut, agar busa-busa tersebut tidak banyak dan menyebar.

Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Sapto mengaku bahwa kejadian ini tidak bisa diprediksi dan termasuk dampak perubahan musim.

"Sementara pompa air dimatikan, lambat hilang sendiri sekitar satu jam. Kalau yang kayak gini di Sungai Tambak Wedi dan Kenjeran sama,"jelasnya.

Sementara itu, Operator rumah pompa, Bambang mengatakan busa-busa tersebut memang sering kali keluar saat pompa dinyalakan pada musim kemarau.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Bambang mengungkapkan, busa-busa tersebut sering kali membumbung hingga terbang mengenai rumah warga.

"Kita sering diprotes warga, karena busanya terbang-terbang sampai ke rumah-rumah warga," ujarnya saat ditemui di rumah Pompa. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru