selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya menganggarkan Rp 13 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengerjaan crossing saluran di Jalan Embong Kenongo.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, selain pengerjaan crossing saluran di Jalan Embong Kenongo. Pemkot juga mengeluarkan dana sekitar Rp 3 miliar untuk pengerjaan saluran di Jalan Kenari.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat
"Jadi, Jalan Embong Kenongo itu nilai proyeknya Rp 13 miliar, dari Panglima Sudirman sampai sebrangnya kita buatkan saluran itu masuk ke Kenari. Terus yang kita potong (crossing) dari Jalan Simpang Pojok, tadi masuk ke dalam (Jalan Kenari) kurang lebih Rp3 miliar," kata Eri, Rabu (17/7/2022).
Eri menyampaikan, penanganan genangan dengan menggunakan skema pihak ketiga, Pemkot Surabaya juga melakukanya dengan cara swakelola atau dikerjakan sendiri.
Baca juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya
Misalnya, Eri menjelaskan, seperti pengerjaan untuk mengkoneksikan riol atau saluran di pedestrian yang sudah ada.
"Kita kerjakan swakelola karena sudah ada salurannya tinggal konek-konekan saja. Karena apa? Ketika kita masuk ke dalam, salurannya ada semua tapi tidak konek,"jelasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
Eri menekankan agar pengerjaan kedua saluran crossing itu dapat rampung Desember 2022. Baik pengerjaan crossing saluran di Jalan Kenari, maupun Jalan Embong Kenongo yang akan terkoneksi dengan pedestrian di Jalan Kayoon.
"Estimasi selesai di bulan Desember tanggal 7. Jadi saya sudah sampaikan ke teman-teman semua proyek pemerintah itu STT 1 nya maksimal 15 Desember. Tidak boleh lebih dari itu, kecuali dalam kondisi tertentu," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi