selalu.id - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memantau persiapan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan(RPH) Pegirian Surabaya, Sabtu (9/7/2022).
Emil melihat langsung proses pemotongan hewan pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah hari ini, Sabtu (9/7/2022). Tercatat RPH Pegirian menyembelih sebanyak 15 ekor sapi hewan kurban pada hari ini.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Alhamdulillah Ini tertib sekali 12 jam sebelum penyembelihan dilakukan pemeriksaan athemortem dan postortrem tidak ada dari 15 itu yang menunjukkan PMK," kata Emil.
Emil menyampaikan, apabila ada indikasi keraguan terhadap daging kurban tersebut, untuk treatmentnya harus direbus kembali. Namun, sejauh ini RPH telah menerapkan standar SOP dalam pemotongan sapi.
"Besok ada 70 sapi maka himbauan kami, ini kan RPH milik pemerintah, jadi kita menghimbau dikirim saja ke RPH, kalau memang memungkinkan karena ini demi keamanan dan kepercayaan,"tuturnya.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Ia menambahkan, hal yang penting untuk menghindari penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yakni orang yang membawa virus.
Sehingga, RPH Surabaya telah mengantisipasi dengan menyemprotkan disinfektan di beberapa titik kandang hewan. Hal itu bertujuan untuk orang maupun hewan yang kemungkinan membawa virus dapat menularkan ke hewan kurban.
"Dan tempat-tempat penyembelihan di luar RPH dihimbau kepada Camat dan kepala desa untuk memastikan ada persetujuan dari pejabat dinas yang membidangi peternakan,"pungkasnya.
Baca juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
Dirut RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, menambahkan, untuk pemotongan Hari Raya Idul Adha yang melaksanakan tanggal 9 Juli 2022 ini. Pihaknya menyiapkan 5 tim pemotongan dan 5 tim pengemasan. Artinya ada 10 orang yang membantu.
"Hari ini ada 15 ekor yang dipotong. Dan untuk besok karena 10 Dzulhijjah pemerintah maka kita siapkan full time 10 tim pemotong dan 10 tim,"jelasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi